Sabtu, 10 January 2026 06:00 UTC

Seorang petugas kepolisian sedang memantau santriwati Al-Hidayah yang tergeletak di ruang perawatan Puskesmas Gondang, Kabupaten Mojokerto yang mengeluhkan pusing akibat dugaan mengonsumsi menu MBG, Sabtu, 10 Januari 2026/ Foto: Karina
JATIMNET.COM, Mojokerto – Kasus dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Tidak kurang dari 30 santri merasakan mual, pusing, muntah, dan diare, sejak Jumat malam, 9 Januari 2026.
Sejak saat itu, pihak ponpes memberikan perawatan dengan menggandeng petugas dari fasilitas kesehatan miliki pemerintah kabupaten (pemkab). Sebagian santri dirawat di lembaga pendidikan tersebut, dan lainnya dibawa ke Puskesmas Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Salah seorang santriwati mengatakan bahwa gejala sakit akibat dugaan keracunan mulai dirasakan para santri sejak semalam. Beberapa santri meminta obat ke pengurus ponpes. Setelah itu, sebagian di antaranya dibawa ke puskesmas guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Ada yang dirawat di pondok oleh petugas (dari faskes), dan sebagian dibawa ke sini,” ujar santriwati tersebut ditemui di Puskemas Gondang, Kabupaten Mojokerto.
BACA: Puluhan Siswa SD di Mejayan Madiun Diduga Keracunan MBG
Menurutnya, gejala sakit yang dirasakan para santri diduga akibat mengonsumsi MBG dengan menu soto ayam yang disajikan Jumat siang. Hingga sore dan malam, mayoritas santri tidak lagi makan, hingga akhirnya mengeluhkan mual, pusing, muntah, dan diare.
“Banyak yang bolak-balik ke kamar mandi. Setelah ditanya, terakhir makan saat siang hari dengan menu soto ayam dari MBG,” ujar santriwati tersebut.
Menurutnya, ada yang tak biasa dari menu soto ayam yang disantap para santri. Ayam pada soto tidak disuwir seperti menu ini pada umumnya, namun dicacah dengan bumbu kecap seperti pada menu mi ayam.
