Kamis, 08 January 2026 08:23 UTC

Proses evakuasi jenazah pelajar yang diduga bunuh diri. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – (Jangan anggap enteng gejala depresi atau gangguan psikologis. Jika anda atau orang sekitar anda mengalaminya, jangan ragu untuk segera menghubungi layanan psikologi atau psikiatri terdekat.)
Polres Probolinggo Kota menyatakan, kasus dugaan bunuh diri yang menimpa AFA (16), seorang pelajar SMA negeri di Kota Probolinggo, tidak berkaitan dengan unsur perundungan. Kesimpulan tersebut disampaikan setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mendalami berbagai bukti dalam proses penyelidikan. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 8 Januari 2026.
Meninggalnya AFA sempat menjadi perhatian publik setelah remaja tersebut ditemukan tidak bernyawa di lantai dua rumahnya pada Rabu, 7 Januari 2026. Saat ditemukan, terdapat selang air di sekitar tubuh korban.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo Kota bergerak cepat dengan melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap latar belakang peristiwa tragis tersebut. Polisi memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang terkait.
Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zainal Arifin, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Mereka terdiri dari guru wali kelas korban, dua orang tetangga korban, serta pelapor yang pertama kali mengetahui dan melaporkan kejadian tersebut.
BACA: Marak Percobaan Bunuh Diri, Aktivis Perempuan asal Jombang Ungkap Pencegahannya
“Kami telah memeriksa empat saksi, mulai dari pihak sekolah hingga warga sekitar yang mengetahui peristiwa ini,” ujar AKP Zainal Arifin.
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga mendalami alat komunikasi milik korban. Pemeriksaan ponsel dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya tekanan psikologis, termasuk dugaan perundungan, yang mungkin dialami korban sebelum mengakhiri hidupnya.
Namun, dari hasil pemeriksaan ponsel korban serta keterangan yang diperoleh dari pihak sekolah dan para saksi, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi adanya tindakan perundungan terhadap AFA.
“Hasil penyelidikan kami sejauh ini tidak menemukan adanya unsur perundungan yang melatarbelakangi tindakan korban,” tegas AKP Zainal Arifin.
BACA: Diduga Karena Cintanya Tak Direstui, Seorang Pemuda di Jember Nekat Gantung Diri
Sementara itu, hasil visum terhadap jenazah AFA juga tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat asfiksia atau gagal napas yang disebabkan jeratan selang air di lehernya.
Pihak sekolah menyebutkan bahwa AFA selama ini dikenal sebagai siswa yang ceria dan aktif dalam berbagai kegiatan serta organisasi di lingkungan sekolah. Meski demikian, kepolisian menyatakan masih terus mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang menjadi motif di balik peristiwa tersebut.
