Lima Tersangka Pembakar Mapolsek Tambelangan Ajukan Penangguhan Penahanan

M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 5 Juni 2019 - 21:27

JATIMNET.COM, Surabaya – Lima orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran Mapolsek Tambelangan, Kabupaten Sampang tengah mengajukan penangguhan penahanan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Kuasa hukum lima tersangka, Andry Ermawan mengatakan penangguhan penahanan itu sudah diajukan, Senin 3 Juni 2019 ke Ditreskrimum Polda Jatim. Penangguhan penahanan ini dilakukan lantaran kelimanya mengakui perbuatannya.

“Selain itu, beberapa di antaranya merupakan tulang punggung keluarga. Sementara satu pelaku lain saat ini masih berstatus pelajar. Untuk itu kami mengajukan penangguhan penangguhan,” kata Andry, Rabu, 5 Juni 2019.

BACA JUGA: Ini 21 DPO yang Diduga Pelaku Pembakaran Mapolsek di Sampang

Dalam penangguhan penahanan itu, ada beberapa penjaminan atau persyaratan yang diajukan. Seperti istri atau keluarga lainnya. “Jika suaminya yang ditahan, maka penjaminnya adalah istri. Jika anaknya menjadi pelaku, maka ayahnya yang jadi penjamin,” ucapnya.

Andry menambahkan salah satu pelaku dari lima pembakaran Mapolsek Tambelangan yang tengah ditahan Polda Jatim itu masih berstatus pelajar (HM). Maka, lanjut Andry, sebagai penjamin adalah orang tua terduga.

“Syarat lain dalam pengajuan penangguhan penahan itu adalah, pelaku tidak mengulangi perbuatan serupa,” Andry menambahkan.

BACA JUGA: Polisi Ancam Tindak Tegas Buron Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan

Selain penangguhan penahanan, kelima tersangka yang diduga melakukan pembakaran Mapolsek Tambelangan itu juga sudah bertemu dengan keluarganya di Mapolda Jatim. Pertemuan itu dilakukan pada akhir pekan lalu, atau Sabtu, 1 Juni 2019 di Mapolda Jatim.

Ada sekitar sepuluh orang yang menjenguk kelima tersangka di Rutan Mapolda Jatim. “Mereka membawa makanan dan pakaian dalam pertemuan itu. Ini membuat kelima tersangka sangat senang dan sudah lama merindukan keluarganya,” ucap Andry.

Baca Juga

loading...