Ini 21 DPO yang Diduga Pelaku Pembakaran Mapolsek di Sampang

M. Khaesar Januar Utomo

Senin, 3 Juni 2019 - 17:27

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur telah mengeluarkan 21 orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diduga terlibat kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang.

Dari 21 nama tersebut, tiga orang di antaranya diduga habib dan satu lagi diduga oknum kiai. Sedangkan nama-nama lainnya adalah masyarakat sekitar wilayah Kecamatan Tambelangan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan meminta 21 orang yang masuk dalam DPO itu menyerahkan diri. Dengan diberikan tenggat waktu hingga 10 Juni 2019. Bila hingga waktu tersebut tidak menyerahkan diri, polisi akan menindak tegas.

BACA JUGA: Polisi Ancam Tindak Tegas Buron Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan

“Sebelumnya akan kami lakukan pemeriksaan. Jika memang tidak ada pelanggaran, akan kami kembalikan ke keluarganya,” kata Frans Barung, Senin, 3 Juni 2019.

Ke-21 nama-nama yang telah d ietepkan Polda Jatim masuk DPO adalah HZ, MOH, SUB, MAS, ABM, MUH, AHM, ASA, AMH, MAH, KHO, MUD, MAG, SAT, YUS, YAT, ROK, SAH, MAD, TEB, HOR, dan YON.

Namun pihak Polda Jatim menegaskan 21 orang yang masuk dalam DPO ini belum ditetapkan sebagai tersangka. Ke-21 nama ini dicokot enam tersangka yang sudah lebih dulu ditahan.

Sebelumnya, Polda Jatim telah menetapkan enam tersangka, yakni dua Habib bernama Habib Abdul Kodir Al Hadad (AKA) dan Habib Hasan (Hn). Sementara empat tersangka lainnya yakni Hadi (HI), Supandi (SP) Ali (Al), dan Ahmad Muhtadir (AM) sebagai penggerak massa.

BACA JUGA: Sebagian Pelaku Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Diduga Pengurus Pesantren

Sebanyak 21 orang yang masuk DPO itu terlibat dalam membuat bom molotov, ikut mengerahkan massa, dan ikut langsung melakukan pelemparan serta pengerusakan Mapolsek Tambelangan.

Polda Jatim terlebih dahulu berkonsultasi dengan para ulama maupun kiai untuk menindak tegas para tersangka pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Sebelumnya, Kantor Polsek Tambelangan, Sampang dibakar massa. Pembakaran terjadi pada Rabu, 22 Mei 2019, sekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Massa selanjutnya melempari kantor mapolsek menggunakan batu. Polisi yang berupaya memberikan pengertian dan melarang berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin bringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran.

Baca Juga

loading...