Sebagian Pelaku Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Diduga Pengurus Pesantren

Polisi tidak akan sweeping pesantren
M. Khaesar Januar Utomo

Jumat, 31 Mei 2019 - 14:37

JATIMNET.COM, Surabaya - Polda Jawa Timur telah menetapkan 21 pelaku pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias menjadi buron kepolisian. Penyidik menduga sebagian dari 21 buronan polisi ini adalah pengurus sebuah pesantren.  

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan memastikan polisi tidak akan melakukan sweeping di Pondok Pesantren untuk mencari sejumlah pelaku ini. Polisi akan melakukan pendekatan kepada tokoh agama yang ada di Madura.

BACA JUGA: 21 Orang Masuk DPO Pembakaran Polsek Tambelangan

"Dengan pendekatan ini kami berharap 21 orang yang masuk DPO itu menyerahkan diri, jadi kami tidak melakukan sweeping ke Ponpes," jelas Luki Hermawan, Jumat 31 Mei 2019.

Luki berharap melalui pendekatan kepada tokoh agama dan ulama di Madura, polisi dapat mengamankan 21 orang tersebut. Ia juga mengatakan jika perbuatannya tidak terbukti, polisi akan melepas mereka.

"Kami hanya memintai keterangan dulu, jika memang tidak terbukti ya kami lepaskan," ucapnya.

BACA JUGA: Polisi Kembali Tangkap Tiga Pelaku Pembakaran Polsek Tambelangan Madura

Seperti diberitakan sebelumnya, Kantor Polsek Tambelangan, Sampang dibakar massa pada Rabu 22 Mei 2019 tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa itu berawal ketika sekelompok massa datang secara tiba-tiba ke mapolsek.

Massa kemudian melempari kantor dengan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Massa kemudian semakin banyak berdatangan dan mulai beringas hingga kemudian melakukan pembakaran.

Baca Juga

loading...