KTT Paris, Indonesia Serukan Cegah Terorisme Lewat Pengaturan Internet

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 16 Mei 2019 - 09:13

JATIMNET.COM, Surabaya – Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri KTT Paris bertema "The Christchurch Call to Action". Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan tiga tindakan yang perlu dilakukan berbagai negara, dalam mengantisipasi terorisme.

"Kita perlu membangun ketahanan masyarakat dan solidaritas di antara masyarakat dengan latar belakang yang berbeda," kata Wapres di Istana Elysee, Paris, Prancis pada Rabu 15 Mei 2019.

Wapres menilai serangan teror di Christchurch, Selandia Baru kepada sejumlah jamaah masjid mencerminkan kebangkitan Islamofobia sebagai ancaman global.

Selain itu, pemerintah dan swasta juga perlu mengikutsertakan remaja untuk menggunakan internet secara sehat dan positif.

BACA JUGA: Sebagian Guru SMA Surabaya Sarankan Siswa Belajar dari Wikipedia

"Hal kedua yakni terdapat bukti yang jelas bahwa perkembangan cepat teknologi informasi merupakan pedang bermata ganda," jelas JK.

Kalla menilai paham-paham ekstrim dan radikal dapat dengan mudah diakses melalui dunia maya.

Oleh sebab itu, hal yang penting dilakukan bersama adalah, memperbaiki tata kelola internet baik melalui perundang-undangan maupun kerja sama meningkatkan kapasitas masyarakat, dan diseminasi informasi.

Seluruh pihak, terutama swasta, perlu bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun penyediaan internet yang positif.

BACA JUGA: Laporan: Belanda Jadi Markas Hosting Penyedia Gambar Pelecehan Anak

"Seluruh industri teknologi informasi, termasuk penyedia internet dan perusahaan media sosial harus berbagi tanggung jawab dalam membuat internet sebagai lingkungan yang aman dan sehat untuk semua kalangan," katanya. 

Wapres berharap KTT di Paris mampu menjadi fasilitator untuk menggerakkan ketahanan masyarakat, dalam melawan terorisme. Sebab menurutnya, tak ada negara yang kebal dari tindakan terorisme dan kekerasan ekstrimis.

JK menjelaskan Indonesia juga terus berkomitmen memberantas terorisme sebagai ancaman bagi keamanan dan perdamaian dunia.

Internet sebagai wadah yang mudah diakses menjadi pilihan favorit para teroris dalam menyebarkan ajaran dan pemahaman atas agama yang keliru.

BACA JUGA: Tips Agar Milenial Tak Mudah Baper di Era Siber

"Ajaran-ajaran radikal dan ekstrim dapat mengalir bebas hanya dengan sekali klik," ujar Kalla.

KTT Paris: Ekstrimisme Online diselenggarakan bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

Sejumlah kepala pemerintahan dan perusahaan digital, turut menghadiri acara yang membahas upaya menghentikan media sosial sebagai wadah pembentukan dan promosi terorisme. (ant)

Baca Juga

loading...