Selasa, 10 March 2026 12:30 UTC

Petugas Polres Mojokerto Kota dan Dishub Kota Mojokerto memberikan tanda pada jalan berlubang menggunakan cat warna putih di area perlintasan rel kereta api Gunung Gedangan, Selasa, 11 Februari 2025. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Surabaya – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur (Jatim) – Bali tengah mengebut proyek tambal sulam jalur mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026.
BBPJN Jatim mencatat terdapat 550 lubang di ruas jalur nasional masih menganga. Upaya tambal sulam ditargetkan rampung hari ini, Selasa, 10 Maret 2026.
“Jadi, di hari Selasa ini target kami sudah tertutup semua,” ujar Kepala BBPJN Jatim – Bali, Javid Hurriyanto.
Ia menjelaskan, proyek tambal sulam ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan jalur mudik Lebaran yang aman dan nyaman.
BACA: Banyak Jalan Berlubang, Jalur Mojokerto–Jombang Dikeluhkan Jelang Mudik
Selain penutupan lubang, BBPJN juga melakukan perbaikan marka jalan serta pengerukan atau pengaspalan ulang pada ruas yang bergelombang. Tujuannya, agar seluruh jalur siap digunakan pemudik pada H-10 Lebaran.
“Mudah-mudahan cuaca mendukung dan harapan kami nanti pada H-10 semua jalan baik itu jalan nasional maupun jalan tol dalam kondisi siap dipakai untuk lalu lintas para pemudik,” ujarnya.
Ia merinci, panjang jalan nasional di Jatim mencapai sekitar 2.261 kilometer dengan tambahan sekitar 400 kilometer jalan tol.
BACA: Hujan Sebentar Jalan Langsung Tergenang, DPRD Jatim Soroti Masalah Drainase
Javid menambahkan, dalam arus mudik dan balik Lebarang mendaang, pihak BBPJN juga menyiapkan 27 posko di Jatim. Masing-masing di antaranya disiagakan peralatan Disaster Relief Unit untuk mengantisipasi potensi bencana alam, seperti longsor dan banjir di jalur nasional.
Guna mengantisipasi bencana, pihak BBPJN juga membentuk posko gabungan di sejumlah titik rawan banjir. Posko ini bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, BBWS Brantas.
Selain itu, koordinasi mitigasi bencana dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di seluruh kabupaten/kota di Jatim dan Bali juga bakal dijalankan.
