Logo

Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci, Koper Jamaah Haji Ponorogo Disulap Penuh Warna

Dari Rajutan hingga Kresek, Koper Tak Lagi Tertukar
Reporter:,Editor:

Jumat, 24 April 2026 04:00 UTC

Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci, Koper Jamaah Haji Ponorogo Disulap Penuh Warna

Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Ponorogo, Marjuni, saat mengecek penanda koper milik para jamaah haji. Foto: Gayuh

JATIMNET.COM, Ponorogo – Suasana pengumpulan koper jamaah haji di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo, Jumat, 24 April 2026, menghadirkan pemandangan berbeda. Ratusan koper yang awalnya seragam kini tampak berwarna-warni berkat kreativitas para calon jamaah.

Para jamaah memasang berbagai penanda sederhana pada koper mereka. Mulai dari kain rajut, slayer, boneka kecil, hingga potongan tas kresek dimanfaatkan agar koper mudah dikenali, terutama saat berada di Tanah Suci yang dipenuhi ribuan barang serupa.

Salah satu jamaah, Eko Budi Sukmono, memilih menambahkan rajutan berbentuk bunga pada kopernya. Kombinasi warna hijau dan kuning membuat kopernya terlihat mencolok dibandingkan lainnya.

“Ini agar mudah untuk mencari koper saat nanti di Makkah maupun Madinah nantinya,” kata Eko.

BACA: Gantikan Ibu yang Wafat, Relawan Ambulans Ini Siap Berangkat Haji 

Cara berbeda diterapkan oleh Susilah. Ia memanfaatkan tas kresek merah yang dipotong dan dibentuk menyerupai rumbai bunga. Selain mudah dikenali, cara tersebut juga dinilai lebih hemat.

“Kan murah, ndak beli, dirumah ada, bisa dibuat sendiri, ndak perlu keluar uang lagi, mudah-mudahan aman,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo, Marjuni, menjelaskan bahwa tidak ada aturan khusus terkait pemberian penanda pada koper jamaah. Pihaknya memberikan kebebasan selama tidak mengganggu identitas resmi koper.

“Inisiatif ini untuk memudahkan jamaah saat pengambilan koper di Arab Saudi,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar jamaah tidak memberikan penanda secara berlebihan. Tren lama seperti menggantung barang berukuran besar, misalnya ember atau gayung, kini mulai ditinggalkan karena dianggap kurang praktis.

“Yang penting tidak mengganggu identitas resmi. Cukup yang sederhana seperti boneka, slayer, atau tanda kecil lainnya,” tambahnya.

BACA: Kisah Pamujo, Tukang Kayu yang Dua Dekade Ini Menekuni Servis Beduk 

Sebanyak 564 jamaah haji asal Ponorogo dijadwalkan berangkat dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni SUB 19 dan SUB 20. Mereka akan menuju embarkasi pada Minggu dini hari, 26 April 2026.

Kreativitas sederhana ini tidak hanya mempercantik tampilan koper, tetapi juga membantu jamaah menjaga keamanan dan kemudahan identifikasi barang bawaan di tengah banyaknya koper serupa selama menjalankan ibadah haji.