Logo

Investigasi Kecelakaan Maut di Probolinggo, Polda Jatim Gunakan 3D Scanner

Reporter:,Editor:

Senin, 20 April 2026 05:30 UTC

Investigasi Kecelakaan Maut di Probolinggo, Polda Jatim Gunakan 3D Scanner

Ditlantas Polda Jatim saat melakukan olahTKP kecelakaan yang merenggut empat korban jiwa dari satu keluarga di jalur selatan Probolinggo dengan menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) dan 3D scanner, Senin, 20 April 2026. Foto: Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Kecelakaan beruntun yang merenggut empat nyawa dari satu keluarga di jalur selatan Kabupaten Probolinggo pada akhir pekan lalu mendapat perhatian serius dari Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).

Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim menerjunkan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) dan 3D scanner saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Senin pagi, 20 April 2026.

Alat canggih yang memiliki kemampuan memindai itu digunakan untuk mengungkap penyebab kecelakaan tragis di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Sabtu tengah malam, 18 April 2026.

Untuk merekonstruksi kejadian, tim Subdid Gakkum Ditlantas Polda Jatim melakukan perekaman di delapan titik dalam olah TKP. Tujuannya, mengetahui kondisi sebelum tabrakan, saat benturan hingga posisi akhir kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Selama proses olah TKP berlanggsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi ditutup untuk sementara waktu guna mendapatkan hasil analisis yang akurat.

BACA: Tabrakan Beruntun di Pintu Perlintasan Kereta, Empat Nyawa Melayang

‎‎Petugas juga melakukan pemindaian terhadap kendaraan yang terlibat, termasuk truk trailer yang menjadi penyebab utama kecelakaan.

‎‎Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, mengatakan penggunaan teknologi ini bertujuan melengkapi proses penyidikan secara ilmiah dan komprehensif.

‎‎“Penggunaan TAA dan 3D scanner ini untuk mengetahui secara detail kronologi kejadian, termasuk kecepatan kendaraan, titik benturan, serta faktor-faktor penyebab kecelakaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dugaan sementara kecelakaan disebabkan oleh sistem pengereman truk yang tidak berfungsi dengan baik. Kemudian, juga kondisi jalan yang menurun dengan kemiringan sekitar 1,5 hingga 2 derajat.

‎‎“Dari hasil awal, kami menduga kuat rem kendaraan tidak berfungsi sehingga laju truk tidak terkendali. Ditambah kondisi jalan yang menurun, ini sangat berpengaruh terhadap kecelakaan,” jelasnya.

BACA: Truk Vs Truk, Dua Kernet Meninggal Dunia di Perempatan Pilang Probolinggo

‎‎Lebih lanjut, pihak kepolisian juga tengah mendalami unsur kelalaian dalam kasus ini. Sopir truk trailer berinisial Cecep Adi Sucipto disebut berpotensi ditetapkan sebagai tersangka.

‎‎“Untuk pengemudi saat ini masih dalam proses pemeriksaan, namun tidak menutup kemungkinan akan kami tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

‎‎Selain faktor teknis kendaraan, keberadaan barrier beton di tengah jalan juga akan menjadi bahan evaluasi bersama antara kepolisian dan dinas perhubungan guna mencegah kejadian serupa terulang.

‎‎Diberitakan sebelumnya, kecelakaan ini merenggut empat korban jiwa yang merupakan satu keluarga setelah mobil sedan yang mereka tumpangi tertabrak keras oleh truk trailer.

‎‎Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kelayakan kendaraan serta kewaspadaan di jalur rawan kecelakaan, khususnya di kawasan perlintasan kereta api.