Logo

Tabrakan Beruntun di Pintu Perlintasan Kereta, Empat Nyawa Melayang

Terjadi di Probolinggo karena dugaan rem blong
Reporter:,Editor:

Minggu, 19 April 2026 01:00 UTC

Tabrakan Beruntun di Pintu Perlintasan Kereta, Empat Nyawa Melayang

Kondisi mobil pikap ringsek setelah terlibat tabrakan beruntun di pintu perlintasan kereta api yang masuk wilayah Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam, 18 April 2026. Foto/Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Kecelakaan tragis terjadi di pintu perlintasan kereta api yang masuk wilayah Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam, 18 April 2026  sekitar pukul 23.30 WIB.

‎‎Sebuah truk trailer bermuatan triplek menabrak sejumlah kendaraan di depannya yang berhenti saat palang pintu perlintasan tertutup karena ada kereta yang hendak melintas.

Tabrakan yang sedikitnya melibatkan lima kendaraan itu diduga karena rem pada truk trailer blong.

‎‎Benturan keras tak terhindarkan. Dua kendaraan mengalami kerusakan parah, yakni satu unit pikap dan sedan Toyota Vios yang ringsek hingga menyulitkan proses evakuasi korban.

‎‎Empat orang penumpang dalam sedan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

‎‎Mereka diduga masih satu keluarga, terdiri dari pasangan lansia, seorang perempuan dewasa, serta seorang balita berusia tiga tahun. Balita tersebut meninggal dunia dalam gendongan ibunya.

‎‎Proses evakuasi korban berlangsung dramatis dan memakan waktu lebih dari tiga jam. Petugas bersama warga harus bekerja keras mengeluarkan para korban dari dalam kendaraan yang hancur.

‎‎Sementara itu, sopir pikap, Muhammad Iswanto, 33 tahun, mengalami luka berat setelah sempat terjepit di dalam kendaraannya. Korban kemudian dilarikan ke RS Wonolangan, Dringu, untuk mendapatkan penanganan medis.

‎‎Pengemudi truk trailer, Cecep Adi Sucipto mengungkapkan bahwa kendaraannya mengalami gangguan pengereman sebelum mencapai lokasi kejadian.

‎‎"Rem sudah tidak berfungsi sejak beberapa saat sebelum sampai perlintasan. Saya sudah berusaha mengendalikan kendaraan, tapi di depan sudah banyak mobil berhenti, jadi tabrakan tidak bisa dihindari," ungkap Cecep.

‎‎Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman sebagai penyebab utama kecelakaan.

‎‎"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah saksi termasuk pengemudi truk sudah dimintai keterangan," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo IPTU Aditya Wikrama.

‎‎Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di jalur selatan Probolinggo sempat mengalami kemacetan panjang. Polisi mengimbau para pengemudi untuk selalu memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, guna mencegah kejadian serupa.