Kronologi Transaksi Muncikari Vanessa Angel Terungkap di Persidangan

M. Khaesar Januar Utomo

Senin, 25 Maret 2019 - 19:40

JATIMNET.COM, Surabaya - Dua muncikari Vanessa Angel, Tentri Novianta (TN) dan Endang Suhartini (ES) alias Siska menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin 25 Maret 2019.

Kedua muncikari menggunakan masker saat menuju ruang sidang untuk menghindari sorotan kamera dari pewarta yang sudah lebih dulu tiba di pengadilan. Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan itu digelar di Ruang Garuda 2 PN Surabaya itu.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Rahayu, keduanya didakwa dengan pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

BACA JUGA: Dua Muncikari Terdakwa Kasus Prostitusi Online akan Bersidang Senin

Di persidangan ini terungkap nama pria hidung belang yang menyewa artis Vanessa Angel dan disebut secara jelas dalam dakwaan. Mulai dari pertemuan antara muncikari Dhani yang saat ini masih buron dengan Rian Subroto pria penyewa Vanessa Angel di sebuah cafe bernama Delight, di Lumajang.

"Dari pertemuan tersebut, Dhani menawari Rian untuk dicarikan teman kencan artis atau model. Tawaran ini pun disambut oleh Rian," kata Sri Rahayu saat membacakan dakwaan.

Selanjutnya, Dhani menghubungi muncikari TN dan memintanya untuk dicarikan seorang artis atau model yang bisa dibooking. TN lantas mengajukan nama Vanessa Adzania alias Vanessa Angel dan Maria Delima Siahaan alias Avriellya Shaqilla.

BACA JUGA: Dua Muncikari Masuk DPO Polda Jatim

Tawaran TN ini pun disetujui oleh muncikari Dhani. Karena TN hanya mengenal Avriellya, ia pun lantas menghubungi muncikari Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy, agar dikomunikasikan dengan Vanessa.

"Nindy kemudian menghubungi muncikari Fitriandri alias Vitly Jen, agar dapat dikomunikasikan keinginan untuk membooking out (BO) Vanessa Angel. Keinginan BO ini kemudian disampaikan lagi oleh Fitri ke Endang Suhartini," tambahnya.

Dari ES inilah, Vanessa akhirnya menyetujui untuk diterbangkan ke Surabaya dengan harga yang telah disepakati antar muncikari, yakni Rp 80 juta untuk Vanessa dan Rp 25 juta untuk Avriellya.

Kasus prostitusi daring ini pun berakhir dengan penggerebekan oleh polisi dan menangkap Vanessa bersama dengan Rian di sebuah hotel di Surabaya pada 5 Januari 2019.

BACA JUGA: Begini Alur Bisnis Prostitusi Online

Dalam perkara ini, polisi menangkap 4 orang muncikari, yakni Endang Suhartini (ES), Tentri Novanta (TN), Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy, dan Fitriandri alias Vitly Jen.

Usai sidang, kuasa hukum ES, Franky Desima Waruwu mengatakan memilih melanjutkan sidang agar perkara cepat selesai. “Supaya perkara ini selesai lebih cepat, karena di dalam dakwaanya menurut analisa kami lebih enteng gitu ya,” terang Franky. 

Sementara itu pengacara TN, Yafet Kurniawan mengaku tidak mengajukan eksepsi karena ingin mengungkapkan fakta dalam persidangan. “Alasan kami biar diungkap saja dalam persidangan,” katanya.

Baca Juga

loading...