Rabu, 29 April 2026 09:00 UTC

Kondisi bus yang ditumpangi jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang rusak setelah bertabrakan dengan bus jemaah haji dari Jawa Barat saat sedang perjalanan dari Jabal Magnet di Madinah, Selasa, 28 April 2026. Sumber: Instagram gusdrharis
JATIMNET.COM - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia membenarkan adanya kecelakaan dua bus yang ditumpangi jemaah haji Indonesia di Madinah pada Selasa, 28 April 2026, pukul 10.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kepala Biro Humas Kemenhaj Moh. Hasan Afandi menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan dua bus yang ditumpangi jemaah dari kelompok terbang SUB-02 dan JKS-01.
Menurut informasi yang dihimpun, jemaah dari kloter SUB-02 itu terdiri dari 47 jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo dan kloter JKS-01 merupakan Jemaah haji asal Jawa Barat.
Dua bus yang mengangkut dua rombongan jemaah haji ini bertabrakan saat dalam perjalanan pulang dari Kawasan Jabal Magnet di Madinah.
BACA: Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Tabrakan usai Tur ke Jabal Magnet, 10 Orang Luka
Setelah menerima informasi ini, Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengonfirmasi salah satu jemaah yang juga ikut dalam rombongan bus melalui panggilan video dan diunggah ke akun Instagram gusdrharis, Rabu, 29 April 2026.
Jemaah yang dikonfirmasi adalah salah satu pembimbing haji, KH Mukhlisin Sa'ad.
Mukhlisin menceritakan kronologi kecelakaan.
“Jumlah 47 orang termasuk saya. Jalan ada tiga jalur, kita di jalur satu, lambat. Kemudian di jalur tengah, bis yang nyalip yang kanan, kita lebih cepat di jalur sebelah kiri. Tiba-tiba yang di tengah itu belok kiri dia, motong,” katanya.
Akibatnya, kedua bus bertabrakan. “Terhantam sebelah samping kiri tengah, dua kacanya pecah dan bodinya penyok,” katanya.
“Begitu kejadian langsung ditelpon itu ambulans, polisi. Ada tiga ambulans yang sigap, ada damkar juga 2,” katanya.
BACA: Bus Jemaah Haji asal Probolinggo Kecelakaan di Madinah
“Yang sakit-sakit (luka) itu SOP-nya harus diobervasi di RS di Saudi, ternyata alhamdulillah tidak ada masalah, satu orang rawat inap dan insyaallah hari ini sudah kembali,” katanya.
“Yang luka-luka bisa dirawat di hotel, ada dokter kita, luka-luka kecil,” ujarnya.
Jemaah asal Probolinggo lainnya, Lukman, yang kebetulan bersama Mukhlisin juga memberikan kesaksian.
“Serpihan kaca banyak, masuk ke baju-baju, ke kantong,” kata Lukman.
Mengetahui tidak ada jemaah yang luka serius, Gus Haris bersukur dan mengucap terima kasih pada kepedulian pembimbing dan tim medis.
“Terima kasih atas perhatian dan kesigapan pembimbing dan tim medis. Kami masyarakat Probolinggo akan selalu mendoakan kelancaran Kesehatan, sehat walafiat, dan panjang umur,” katanya saat melakukan panggilan video.
