JATIMNET.COM, Jakarta - Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama menerima kunjungan Konsul Kebudayaan pada Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta Mehrdad Rakhshandeh, Rabu 6 Februari 2019 kemarin.

Kehadiran Konsul diterima oleh Sesditjen PHU Ramadhan Harisman, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Bina Haji Khoirizi, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, dan jajaran Ditjen PHU lainnya.

Menurut Sri Ilham, Konsul Kebudayaan pada Kedutaan Besar Republik Islam Iran memerlukan informasi yang lengkap terkait penyelenggaraan ibadah haji Indonesia sebagai pengirim jemaah terbesar.

BACA JUGA: Kemenag dan DPR Sepakati Biaya Haji 2019 Tak Naik

“Konsul Iran ingin menggali informasi dari Indonesia, tentang bagaimana menyelenggarakan ibadah haji dengan sangat baik meski jemaahnya sangat banyak, terbesar jumlahnya di dunia,” ujar Sri Ilham dalam laman Kemenag.go.id.

Iran mengakui keberhasilan Indonesia dalam mengelola penyelenggaraan haji ini.

Kepada Konsul Kebudayaan Iran, Sri Ilham kemudian menjelaskan skema penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.

Menurutnya, sukses penyelenggaraan haji di Indonesia tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, utamanya pemerintah dengan DPR. Proses penyusunan anggaran juga dibahas bersama antara Pemerintah dengan DPR.

BACA JUGA: Calon Jemaah Haji Diimbau Segera Lakukan Pelunasan

“Ditjen PHU juga terus mengembangkan sistem penyelenggaraan agar dapat optimal dalam memberikan pelayanan,” terang Sri Ilham.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, sistem keberangkatan jemaah haji diatur secara lebih transparan melalui sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat). Layanan didasarkan pada prinsip first come first served.

“Kami bekerja dengan prinsip untuk terus berupaya meningkatkan layanan kepada jemaah,” terang Sri Ilham.

Seluruh proses pengadaan layanan, lanjut Sri, dilakukan berdasarkan pembinaan dan pengawasan dari tim pengawas. Hal ini berdampak positif untuk memastikan seluruh layanan yang akan diberikan kepada jemaah haji sesuai dengan standar dan ketentuan.

BACA JUGA: Kemenag Bangun 16 Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu

“Terobosan dan inovasi terus kami upayakan dalam tiap tahunnya. Tahun ini misalnya, meski biaya haji sama dengan tahun lalu, namun kami terus mengupayakan adanaya peningkatan layanan. Insya Allah, tenda Arafah tahun ini dilengkapi dengan AC,” tutur Sri Ilham.

Pertemuan ini juga membahas seputar manasik haji. Dirbina Haji Khoirizi selaku penanggung jawab banyak bertukar informasi seputar pelaksanaan manasik haji bagi jemaah.

“Iran menawarkan kerjasama saling tukar informasi dan pengalaman khususnya di bidang penyelenggaraan ibadah haji. Ke depan diharapkan akan dilakukan dialog mulai dari manasik, struktur organisasi penyelenggaraan haji, teknis pembinaan jemaah, penyiapan akomodasi, konsumsi dan transportasi,” ujar Sri Ilham.