Konser Gamelan di Selandia Baru untuk Peringati Sepekan Penembakan 

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 26 Maret 2019 - 19:51

JATIMNET.COM, Surabaya, -  Permainan kelompok Gamelan Wellington: Padhang Moncar, dan Taniwa Jaya, mendapat sambutan meriah dari penonton, di Selandia Baru.

Konser gamelan dan tari Indonesia bertajuk "Night HUB: Gamelan and Indonesian Dance" itu, digelar di HUB Victoria University, Wellington, Selandia Baru pada 22 Maret 2019, menurut keterangan tertulis dari KBRI Wellington, Selasa 26 Maret 2019.

HUB Victoria University merupakan aula besar, dengan lokasi sangat strategis, yang sering digunakan para mahasiswa untuk berkumpul, belajar dan istirahat, sambil menunggu kegiatan kuliah berikutnya.

Ratusan penonton, mahasiswa, akademisi, staf Universitas Victoria, Wellington dan keluarga, larut dalam hening dan megahnya pagelaran gamelan dan tari Indonesia, yang ditampilkan pada hari itu.

BACA JUGA: Selandia Baru Larang Penyebaran 'Manifesto' Brenton Tarrant

Pagelaran dilaksanakan berbarengan, dengan peringatan tujuh hari serangan teroris.

Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 50 umat Muslim, termasuk seorang WNI, yang sedang menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid An-Noor dan Linwood, di kota Christchurch, Selandia Baru.

Konser gamelan dan tari, diawali dengan mengheningkan cipta, dan doa bersama.

Kegiatan itu dipimpin oleh Pimpinan Islamic Centre Al-Ameen di Wellington, Ustad Agam Jaya, sebagai penghormatan terhadap para korban. 

BACA JUGA: Ardern Pimpin Selandia Baru Hening, Seminggu Pasca Teror Christchurch

Direktur NZSM Sally Jane, menyambut baik konser gamelan dan tari, yang menyajikan kolaborasi dua gamelan, yaitu gamelan Jawa dan Bali.

Pertunjukan itu, dinilai berhasil menghibur ratusan penikmat seni, yang memenuhi Aula Hub Victoria University.

"Ini adalah malam yang menakjubkan, menyentuh, dan mengharukan, NZSM dapat menjadi bagian dari kelompok yang begitu bermurah hati adalah hal yang sangat luar biasa," ujar Sally Jane.

Sementara itu, staff KBRI Wellington Adek Triana Yudhaswari, mewakili Dubes Tantowi Yahya, menyampaikan penghargaan tinggi atas peran aktif NZSM dan Gamelan Wellington dalam mempromosikan gamelan dan tari, di Selandia Baru.


BACA JUGA: Dangdut "Cowboy" Kolaborasi Gamelan di Probolinggo

Gamelan Indonesia telah menjadi kurikulum (mata kuliah PERF250:Indonesian Gamelan) di NZSM, Victoria University of Wellington.

Hal itu, setelah KBRI Wellington memberikan seperangkat alat gamelan kepada Victoria University, untuk pengajaran gamelan, dan perbantuan seorang tenaga pengajar pada 1976.

Melalui NZSM terbentuk Gamelan Wellington. 

Gamelan Wellington telah berkiprah di berbagai ajang seni budaya di Selandia Baru, termasuk di festival terbesar World Music and Dance (WOMAD) di New Plymouth, secara rutin memberikan lokakaryauntuk para pelajar di sekolah-sekolah di Wellington, dan sekitarnya.

BACA JUGA: Gamelan Bali Mendunia Lewat Film "Bali: Beats of Paradise"

Gamelan merupakan salah satu sarana penting dalam soft diplomacy, dan telah berkontribusi dalam kegiatan promosi dan pemajuan seni budaya Indonesia, serta membantu meningkatkan citra positif Indonesia, di Selandia Baru. (ant)

Baca Juga

loading...