Kisah Wahyu, Raih Gelar Sarjana Komputer Tanpa Kedua Tangan

Ahmad Suudi

Sabtu, 6 April 2019 - 11:16

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Dipandanginya layar 14 inci yang menampilkan loading proses 15 persen sejak setengah jam lalu. Perangkat lunak bajakan pengolah grafis di laptopnya bermasalah setelah update , hingga memerlukan reset semua aplikasi laptop. Padahal dari aplikasi itu dia bisa mendapatkan penghasilan.

Wahyu Riyanto (25) selalu mengoperasikan perangkat komputer menggunakan ibu jari kedua kakinya. Pasalnya sejak lahir, pria asal Desa Kabat Mantren, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, itu tidak memiliki tangan. Beberapa sentimeter pun tidak ada.

Wahyu ditemani seorang kawan memperbaiki perangkat lunak laptopnya di Taman Sayu Wiwit yang menjadi salah satu tempat kaum muda Banyuwangi memburu internet gratis. Rambutnya yang disisir belah pinggir, punggungnya yang berpunuk, dan kakinya yang multifungsi menjadi saksi dirinya berjuang meniti pendidikan formal umum.

BACA JUGA: Perusahaan di Jatim Pekerjakan 1.206 Difabel

Meraih cita-cita bagi penyandang difabilitas menjadi sangat mungkin, seperti yang dilakukan Wahyu. Gelar Sarjana Komputer (S.Kom) diraihnya setelah kuliah 4 tahun di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) PGRI Banyuwangi.

"Ingin dianggap lebih di pendidikan, biar ada bukti ijazah," kata Wahyu di Taman Sayu Wiwit, Banyuwangi, Minggu, 24 Maret 2019.

Keinginan untuk menempuh pendidikan yang sama dengan pelajar kebanyakan muncul saat dirinya bersekolah di SD Luar Biasa (SDLB) ABCD Banyuwangi. Di rumahnya pun Wahyu mengaku terbiasa bermain hingga jauh bersama teman-teman kecilnya.

Maka setelah lulus, Wahyu memutuskan masuk SMP Negeri 1 Kabat bergabung bersama siswa-siswa umum. Begitu juga tingkat SMA yang dijalaninya di MA Negeri 1 Banyuwangi.

BACA JUGA: Mahasiswa ITS Rancang Jembatan Penyeberangan Ramah Difabel

Bila kawan di rumah sudah terbiasa dengan kondisinya yang tak memiliki tangan, perlu perjuangan untuk diterima kawan-kawan barunya di sekolah. Sikap diskriminatif kerap dijumpainya, ditambah aksi mengecewakan dari kawan yang datang hanya saat butuh saja.

Namun Wahyu mengaku tidak ambil pusing pada sikap-sikap yang merendahkan, bahkan dia lupa bahwa dirinya difabel. Dia juga menunjukkan keunggulannya pada mata pelajaran desain grafis meski hanya bisa mengoperasikan komputer sekolah dengan kaki.

"Sikap kawan yang dekat menganggap saya biasa saja, ada juga yang berkawan saat butuh saja," cerita Wahyu.

Ketertarikannya pada komputer muncul saat seorang saudara memiliki personal computer (PC). Dia dilarang mengoperasikan PC itu karena khawatir merusak, yang justru memotivasinya mempelajari serba-serbi komputer.

BACA JUGA: Bandara Banyuwangi Belum Ramah Difabel

Tapi bukan perkara mudah baginya mendalami pengetahuan tentang komputer, karena perguruan tinggi negeri di Banyuwangi yang dimasukinya menolak. Penolakan yang diterimanya tanpa alasan itu disertai pengembalian uang pendaftaran yang sudah dibayarnya.

Akhirnya Stikom PGRI Banyuwangi mau menerima menjadi mahasiswa dan membantunya mewujudkan cita-cita meraih gelar S.Kom. Tambah lagi Wahyu mendapatkan beasiswa program Banyuwangi Cerdas dari Pemkab Banyuwangi yang menanggung sebagian besar biaya kuliahnya.

Berbekal skripsi penelitian tentang efisiensi framework AngularJS , dia berhasil menempelkan gelar impian itu di belakang namanya. Tanggal 19 April 2018 dirinya diwisuda sejajar dengan 150 mahasiswa yang normal secara fisik.

BACA JUGA: Risma Minta Swasta Berdayakan Anak Difabel

Namun kini masalah besar mencari pekerjaan yang sedang dihadapinya. Kalau kampus yang menerima mahasiswa difabel sudah ditemukan, perusahaan yang mau menerimanya yang masih sulit dicari.

Padahal meski hanya mengandalkan kaki, dia terbukti bisa menulis kode program, desain grafis dan pengetikan dengan laptopnya. Pengalaman magang di kampus dan di Kehumasan Pemkot Surabaya pun sudah dikantonginya.

"Ingin kerja di perkantoran yang menangani desain dan advertising, membuat infografis, slide presentasi, dengan software Corel Draw dan Photoshop," pungkas Wahyu.

Baca Juga

loading...