Kemenkes Minta RS Siaga Layani Caleg Depresi Pasca Pemilu

David Priyasidharta
David Priyasidharta

Jumat, 19 April 2019 - 15:19

JATIMNET.COM, Surabaya - Kementerian Kesehatan mengimbau kepada seluruh sektor kesehatan utamanya rumah sakit untuk siaga melayani masalah-masalah yang berhubungan dengan kejiwaan pasca Pemilu 2019.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan RI, Fidiansjah mengatakan semua rumah sakit sudah diberikan arahan untuk betul-betul menyiapkan, bahkan mencoba untuk melakukan pengumpulan data berkaitan dengan gangguan jiwa.

"Ini situasi yang saya katakan pada dasarnya rumah sakit, seperti rumah sakit jiwa, siap dengan kejadian yang tidak biasa ini. Tapi, langsung melakukan sebuah penyesuaian, misalnya rumah sakit umum, puskesmas, semuanya diberdayakan," ucap Fidi dalam laman Kementerian Kesehatan, Selasa 16 April 2019.

BACA JUGA: Orang dengan Gangguan Jiwa Berhak Memilih dalam Pemilu 2019

Ia mengatakan depresi pasca pemilu bisa saja terjadi pada calon legislatif (Caleg) yang gagal meraup suara terbanyak. Menurutnya, penyebab depresi yang terjadi pada setiap individu tidak bisa diprediksi.

Yang jelas, begitu daya tahannya rapuh, konsep dalam diri seseorang mengalami suatu gejolak antara cita-cita dan harapan, lalu realitas tak terpenuhi.

"Orang-orang yang rapuh menghadapi antara realitas dengan kenyataan bukan hanya pada pemilu. Tapi terjadi di semua kondisi. Untuk itu, prinsipnya di dalam penyeleksian pasti mengalami kemenangan atau kegagalan," katanya.

Karena itu, ia mengimbau setiap orang harus siap menerima kenyataan yang ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. "Prinsip pertamanya itu siap kalah dan menang," kata Fidi.

Ketika seseorang menjalani proses menjadi caleg, kata Fidi, pasti ada surat keterangan kesehatan termasuk kejiwaan. Berapa banyak jumlah Caleg yang akan mengalami depresi, Fidi mengaku tidak bisa diprediksi.

BACA JUGA: Rumah Sakit Jiwa Bogor Selenggarakan TPS untuk Pemilu 2019

Ia menganggap terjadinya depresi pasca pemilu sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa atau dianalogikan seperti bencana alam yang tidak dapat diprediksi.

Artinya, kejadian tidak lazim termasuk depresi pasca pemilu sama dengan depresi pasca bencana. Bencana itu tidak ada yang menduga, hal sama juga pada Pemilu.

"Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Proses ini (Pemilu) adalah proses persaingan dan gangguan jiwa itu bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat," katanya.

Baca Juga

loading...