Kejati Jatim Limpahkan Berkas Kosmetik Ilegal ke PN Surabaya

M. Khaesar Januar Utomo

Sabtu, 25 Mei 2019 - 15:47

JATIMNET.COM, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim akhirnya melimpahkan berkas kasus kosmetik ilegal ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Pelimpahan dilakukan setelah Kejaksaan menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Jatim.

Kejati pun menyiapkan jaksa untuk menangani kasus di Pengadilan.

Kepala Kejati Jatim, Sunarta mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu jadwal sidang kasus yang menjerat Karina Indah Lestari (26) warga Putuk Banaran Kandangan Kediri.

"Sudah (dilimpahkan), jadi kami menunggu jadwal sidang saja," bebernya, Sabtu, 25 Mei 2019.

BACA JUGA: Kejati Jatim Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Kosmetik Ilegal

Dalam kasus ini polisi tidak menahan tersangka Karina Indah Lestari. Kasus ini tergolong lama terhenti.

Sebab, kasus yang ditangani Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim ini, telah ditangani sebelum kasus kasus prostitusi daring mencuat.

Namun begitu, keterlambatan kasus yang tidak segera dilimpahkan ke pengadilan, menurut Sunarta, tidak menjadi soal.

"Jadi tidak menjadi tolak ukur misal kasus yang ini duluan dari pada kasus yang lainnya tapi yang kasus lama ini terlambat dilimpahkan ke pengadilan," jelasnya.

BACA JUGA: Mahasiswa UB Kembangkan Biji Buah Salak untuk Bahan Kosmetik

Selanjutnya, pihaknya kini telah menyiapkan beberapa jaksa yang akan menangani kasus ini.

"Nanti ada beberapa jaksa dari Kejari Surabaya dan Kejati Jatim," ungkapnya.

Sebelumnya, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar kosmetik ilegal yang dimiliki Karina Indah Lestari warga Kediri.

Produk kosmetik oplosan bermerek Derma Skin Care atau DSC Beauty itu menggunakan jasa artis terkenal untik jadi endorse nya.

BACA JUGA: Kejati Jatim Butuh Waktu Teliti Berkas Kosmetik Ilegal

Selain Via Valen, Nella Kharisma, ada pula Nia Ramadhani dan Olla Ramlan, serta sejumlah artis yang disebutkan menggunakan inisial MP, DK, dan DJB, yang dibayar oleh pelaku untuk mempromosikan kosmetik ilegal tersebut.

Baca Juga

loading...