JATIMNET.COM, Surabaya – Lima mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Brawijaya Malang meneliti manfaat biji buah salak untuk bahan kosmetik. Manfaat tersebut untuk mencegah penuaan dini dan penelitian itu sedang dipresentasikan di Thailand.

Daniel Matin AG menjelaskan selama ini biji buah salak hanya dianggap limbah yang tidak berguna. Padahal ada kandungan polifenol dalam biji salak yang memiliki khasiat sebagai antioksidan.

“Antioksidan diketahui bermanfaat mencegah penuaan dini dengan cara menekan radikal bebas akibat sinar ultraviolet matahari, dan mencegah penurunan kolagen," katanya, Senin 4 Februari 2019.

BACA JUGA: Mahasiswa UB Malang Temukan Mesin Fermentasi Bawang Hitam

Daniel ditemani Putu Dewi Pradnya Paramitha, Dewinta Intan Rachmawati, Vicka Marcellia Indriawati, dan Eki Mayuka Trisnawati melakukan penelitian sebagai pengembangan penelitian-penelitian terkait sebelumnya.

Dalam keterangannya, proses pembuatan diawali biji salak dikeringkan menggunakan oven pada suhu tinggi. Langkah ini untuk mengurangi kadar air dalam biji buah salak untuk mendapatkan serbuk yang lebih efektif untuk diekstraksi.

Kemudian biji salak kering dihancurkan hingga menjadi serbuk kemudian dimaserasi. Terlebih dahulu dilakukan pemisahan ampas dan filtrat untuk didapat ekstrak cair biji salak. Ekstrak cair biji salak diolah lagi untuk didapatkan ekstrak kental. Bahan itu diolah lagi dan produk terakhir berebentuk serum berukuran nano.

“Alasan dibuat anti aging dalam bentuk serum, dikarenakan serum memiliki basis air yang lebih sesuai dengan cairan di tubuh, sehingga lebih mudah menembus ke dalam lapisan kulit," terang mahasiswa asal Paiton, Kabupaten Probolinggo itu.

Sedangkan penghantar serum yang digunakan adalah transfersom yang memiliki karakteristik lebih fleksibel dalam menembus pori-pori kulit yang kecil tanpa memecah transfersom hingga ke target.

BACA JUGA: Mahasiswa Teknik Mesin UMM Temukan Tyrender

Daniel menyebutkan saat ini hasil penelitiannya sedang diikutkan lomba dan dalam prsoses presentasi di Thailand. Hasil dari penjuarian lomba akan diumumkan pada 6 Februari 2019.

Terpisah, Kasubag Kearsipan dan Humas Universitas Brawijaya Kotok Gurito mengapresiasi temuan mahasiswa itu. Ia berharap temuan itu bisa diimplementasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Semoga temuan ini juga memberikan inspirasi bagi mahasiswa UB lain, untuk giat melakukan penelitian dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya. (ant)