Kedubes Inggris Latih Siswa SMP Surabaya Rakit Mobil Hidrogen

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 15 Maret 2019 - 08:28

JATIMNET.COM, Surabaya - Kedutaan Besar Inggris bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya melatih siswa-siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) merakit mobil hidrogen. Pelatihan tersebut digelar melalui lomba merakit mobil listrik mini berbahan hidrogen menggunakan lego.

Duta Besar Inggris Moazzam Malik mengatakan, lomba ini bagian dari edukasi teknologi hidrogen. Para siswa dituntut merakit mobil mini hidrogen dan hasilnya akan dinilai sejauh mana jarak tempuh mobil rakitan setiap peserta ini. Mobil terjauh dan tercepat akan menjadi pemenangnya.

"Mobil hidrogen ini merupakan teknologi terbaru dan yang pertama di dunia," kata Moazzam diwawancarai di SMPN 1 Surabaya, Kamis 14 Maret 2019.

BACA JUGA: Tesla Luncurkan Mobil Listrik Model Y Pertengahan Bulan Ini

Dan Kedubes Inggris, kata Moazzam, mendatangkan sebuah mobil minivan hidrogen untuk diperlihatkan kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Dengan inovasi mobil zero emission ini, kebersihan udara lingkungan sekitar bisa terjaga. Apalagi, selama ini Surabaya begitu memperhatikan soal penghijauan dan kebersihan lingkungan.

Ia berharap nantinya transportasi masal di Surabaya bisa memanfaatkan teknologi ini. "Mobil hidrogen dua kali lebih efisien dan cocok untuk kendaraan-kendaraan besar, seperti bus dan truk," katanya.

Salah satu peserta lomba asal SMPN 1 Surabaya Mohammad Rayhan Ammar mengungkapkan, dirinya sudah sering bermain lego tapi untuk merakit mobil hidrogen menggunakan lego ini merupakan pengalaman baru karena pertama kali ia lakukan.

BACA JUGA: Mobil Listrik Pertama KIA Muncul di Jenewa

"Kalau merakit tank dengan lego, saya bisa. Tapi kalau merakit mobil listrik mini berbahan hidrogen dengan lego ini pertama kalinya," katanya.

Amar mengatakan kesulitannya ada pada daya jangkau mobil yang tak bisa terlalu jauh. "Kami merakit selama dua jam. Kesulitannya adalah membuat mobil itu bisa berjalan jauh. Mobil kami hanya berhasil mencapai 7,8 meter," terangnya.

Lomba ini diikuti 30 tim siswa SMP di Surabaya. Setiap tim beranggotakan tiga siswa. Pemenang lomba merakit mobil ini adalah tim SMP 15 Surabaya dengah jarak tempuh kurang lebih 30 meter.

Sebelumnya, peserta lomba ini mendapatkan pengarahan dari salah satu perusahaaan otomotif ternama di Inggris, Arcola Energy. Dalam arahannya, peserta diminta merancang lego dengan perangkat yang disediakan oleh kedutaan antara lain fuel cell, baterai dan beberapa perangkat lain.

BACA JUGA: Polestar 2, Mobil Listrik Kelas Menengah Volvo

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dalam sambutannya memaparkan teknologi mobil hidrogen sangat diperlukan. Karena ramah lingkungan, dan bisa menjadi alternatif sumber energi fosil, seperti gas dan minyak bumi.

"Ibu senang kalian punya berkesempatan mengenal teknologi hidrogen ini. Mungkin ada dari kalian yang tertarik untuk belajar lebih lanjut nantinya dalam teknologi ini," papar Risma.

Dalam kesempatan itu, Risma mencoba menggunakan mobil minivan hydrogen yang dibawa oleh Dubes Inggris. Setelah turun dari mobil Risma terkagum dengan fasilitas dan cara menggunakan mobil tersebut. “Enak rek, gaono suarane blas, terus ramah lingkungan maneh,” katanya saat turun dari mobil.

Baca Juga

loading...