Logo

Asyik Nongkrong di Warkop, Pria di Mojokerto Mendadak Meninggal

Reporter:,Editor:

Sabtu, 08 August 2026 02:00 UTC

Asyik Nongkrong di Warkop, Pria di Mojokerto Mendadak Meninggal

Petugas PMI dan relawan sedang mengevakuasi korban yang mendadak meninggal saat nongkrong di warung kopi untuk dibawa ke RS Wahidin, Kota Mojokerto Sabtu dini hari, 08 Agustus 2026. Foto : Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Seorang pria meninggal dunia secara mendadak saat nongkrong bersama rekan-rekannya di Warkop Hura, Jalan Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban diketahui bernama Joko Prakoso Suseno, 51 tahun, warga Perumda, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Salah seorang saksi, Wawan, 42 tahun, mengatakan kondisi Joko sebelum kejadian terlihat normal. Bahkan, korban sempat membuatkan kopi untuk rekan-rekannya.

Wawan menjelaskan, Warkop Hura selama ini menjadi tempat nongkrong sebuah komunitas. Para anggota komunitas sudah terbiasa membuat atau mengambil minuman sendiri saat berkumpul di warung tersebut.

“Memang biasanya kami bikin sendiri. Sudah biasa nongkrong di sini,” kata Wawan.

Usai membuatkan kopi, Joko kemudian duduk santai dengan posisi kedua kakinya diselonjorkan. Tak lama kemudian, tubuh korban tiba-tiba terlihat seperti mengalami kejang.

“Posisinya santai, kakinya diselonjorkan. Habis bikinin kami kopi, tiba-tiba seperti kejang-kejang. Saya kira pingsan,” ujarnya.

Wawan bersama rekan-rekannya kemudian berusaha membangunkan korban. Namun, Joko tidak memberikan respons meski sudah dipanggil berulang kali. “Dibangunin sudah tidak bisa,” katanya.

Rekan-rekan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan. Joko sempat dibawa ke RS Wahidin Kota Mojokerto.

Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi sehingga penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan.

Wawan mengaku selama mengenal korban, Joko tidak pernah mengeluhkan sakit. Ia pun tidak mengetahui penyebab Joko tiba-tiba tidak sadarkan diri.

“Kalau sakit, setahu saya tidak pernah merasakan sakit. Bisa jadi serangan jantung, tapi belum tahu,” tuturnya.

Dugaan sementara mengarah pada serangan jantung. Namun, penyebab pasti kematian Joko masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.