Logo

Kebakaran Bromo Semakin Meluas, BPBD Jatim Kerahkan Drone Water Spray

Area Kobaran Api Tembus Lebih dari 86 Hektare
Reporter:,Editor:

Kamis, 06 August 2026 11:02 UTC

Kebakaran Bromo Semakin Meluas, BPBD Jatim Kerahkan Drone Water Spray

Pesawat terbang nirawak (Unmanned Aerial Vehicle / UAV) yang dikerahkan BPBD Jatim untuk mengerjakan water spray pemadaman api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Kamis sore, 6 Agustus 2026, luas area yang terdampak diperkirakan telah melebihi 86 hektare.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengerahkan drone water spray guna memadamkan titik-titik api yang berada di lokasi terjal dan sulit dijangkau petugas.

Teknologi pemadaman dari udara tersebut difokuskan untuk menjangkau kawasan lereng dan perbukitan yang tidak dapat diakses kendaraan maupun personel pemadam secara langsung.

Drone berkapasitas 100 liter itu diisi cairan foam atau bahan pemadam sebelum diterbangkan menuju titik kebakaran. Dari udara, drone kemudian menyemprotkan cairan tersebut secara langsung ke titik-titik api.

BACA: Karhutla TNBTS Belum Padam, Luas Lahan Terbakar Meluas Jadi 15 Hektare 

Hingga Kamis sore, 6 Agustus 2026, sedikitnya 17 titik api berhasil dipadamkan melalui metode pemadaman udara menggunakan drone water spray.

Saat ini, operasi drone dipusatkan di kawasan Watugede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang menjadi salah satu lokasi munculnya titik api baru dalam beberapa hari terakhir.

Selain memanfaatkan drone, tim gabungan juga melakukan penyemprotan menggunakan truk tangki di area yang masih dapat dijangkau kendaraan.

Petugas saat bersiap menerbangkan pesawat terbang nirawak (Unmanned Aerial Vehicle / UAV) untuk memadamkan api dengan menggunakan drone, di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Foto: Z

Sementara itu, di kawasan dengan akses terbatas, petugas memadamkan api secara manual menggunakan gepyok atau ranting pohon. Mereka juga membuat sekat bakar di sejumlah titik untuk mencegah kobaran api merembet ke kawasan lain.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan seluruh personel gabungan terus mengoptimalkan berbagai metode pemadaman agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

"Sampai sekarang kita terus melakukan upaya pemadaman dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan drone water spray agar kobaran api bisa segera padam," kata Oemar Sjarief, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut Oemar, proses pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar berhasil dipadamkan. Di saat yang sama, petugas juga memperkuat penyekatan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

"Pemadaman akan terus kami lakukan sampai seluruh titik api benar-benar padam. Di sisi lain, penyekatan di lokasi-lokasi rawan juga terus diperkuat agar kebakaran tidak semakin meluas," ujarnya.

Oemar menambahkan, luas area yang terbakar kini telah melampaui 86 hektare. Bertambahnya luasan kebakaran dipicu kemunculan titik api baru di kawasan Watugede yang mempercepat penyebaran api ke wilayah Kabupaten Probolinggo.

BACA: Karhutla di TNBTS Meluas hingga Probolinggo, Tiga Jalur Wisata Bromo Ditutup ‎‎ 

Kebakaran di kawasan TNBTS pertama kali terdeteksi pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, api muncul di tebing sebelah selatan Lembah Watangan, tepatnya di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Sehari setelah kejadian, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 7,9 hektare. Luasan tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 15 hektare pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebelum akhirnya meluas hingga lebih dari 86 hektare pada Kamis, 6 Agustus 2026 setelah api merambat ke kawasan Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menutup sementara tiga jalur wisata menuju kawasan Bromo, yakni melalui Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.