Logo

Karhutla TNBTS Belum Padam, Luas Lahan Terbakar Meluas Jadi 15 Hektare

Reporter:,Editor:

Rabu, 05 August 2026 12:12 UTC

Karhutla TNBTS Belum Padam, Luas Lahan Terbakar Meluas Jadi 15 Hektare

Petugas saat berjibaku memadamkan api dalam kebakaran lahan dan hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rabu, 5 Agustus 2026. Foto: Istimewa/TNBTS

JATIMNET.COM, Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga kini masih belum berhasil dipadamkan. Memasuki hari ketiga penanganan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 15 hektare.

Hingga Rabu, 5 Agustus 2026, petugas gabungan terus berupaya mengendalikan kobaran api di sejumlah titik. Medan yang sulit dijangkau, vegetasi yang mengering akibat musim kemarau, serta embusan angin kencang menjadi faktor utama yang menghambat proses pemadaman.

Tim gabungan yang terdiri atas personel TNI, Polri, BPBD, Balai Besar TNBTS, dan relawan masih menyisir kawasan yang terbakar. Dengan memanfaatkan peralatan sederhana seperti gepyok dan ranting pohon, mereka berusaha memadamkan api sekaligus membuat sekat bakar agar kobaran tidak meluas ke area hutan lainnya.

BACA: Karhutla di TNBTS Meluas hingga Probolinggo, Tiga Jalur Wisata Bromo Ditutup ‎‎ 

Kasdim 0820 Probolinggo, Mayor Aminuddin, mengatakan seluruh personel masih memusatkan upaya pemadaman pada titik-titik api yang masih aktif.

"Untuk upaya pemadaman ini akan terus kami lakukan sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Yang pasti, sampai apinya benar-benar padam," ujar Mayor Aminuddin.

Ia mengungkapkan kondisi geografis di lokasi kebakaran menjadi tantangan besar bagi petugas. Selain berada di kawasan yang curam, banyaknya semak dan ranting kering membuat api mudah membesar ketika tertiup angin.

 

Musim kemarau dan vegetasi kering mempercepat penyebaran api di kawasan TNBTS. Foto: TNBTS

 

"Api berada di beberapa titik sehingga membutuhkan penanganan secara bertahap. Kami juga terus melakukan penyekatan untuk mencegah kobaran api merembet ke kawasan hutan yang lebih luas," katanya.

Dalam operasi pemadaman tersebut, sedikitnya 80 personel TNI dikerahkan. Mereka bekerja bersama personel Polri, BPBD, Balai Besar TNBTS, dan para relawan yang sejak awal terlibat dalam penanganan kebakaran.

Karhutla ini pertama kali terdeteksi pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB di Blok Bantengan, kawasan Lembah Watangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

BACA: Banjir di Lautan Pasir Bromo, TNBTS: Itu Hal Biasa 

Akibat cuaca kering selama musim kemarau, kobaran api dengan cepat menjalar hingga memasuki wilayah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Pada hari kedua kebakaran, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 7,9 hektare. Namun hingga Rabu, 5 Agustus 2026, area terdampak terus meluas menjadi sekitar 15 hektare karena api masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjamin keselamatan wisatawan, Balai Besar TNBTS masih menutup sementara tiga jalur wisata menuju Gunung Bromo, yakni melalui Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro. Penutupan akan diberlakukan hingga kondisi dinyatakan aman.