Logo

Keberangkatan Umrah Kembali Ditunda, Calon Jemaah Tuntut Refund

Reporter:,Editor:

Jumat, 18 September 2026 07:30 UTC

Keberangkatan Umrah Kembali Ditunda, Calon Jemaah Tuntut Refund

Sejumlah petugas kepolisian bersiaga di depan posko pengaduan PT Annisa Ahmada Kota Mojokerto ketika digerudug sejumlah calon jemaah umrah yang keberengkatannya kembali tertunda, Jumat, 18 September 2026. Foto: Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Untuk kesekian kalinya, keberangkatan para calon jemaah umrah ke Tanah Suci melalui perantara PT Anisa Ahmada Cabang Kota Mojokerto tertunda.

Yang terbaru, jadwal keberangkatan mereka pada Minggu dini hari, 20 September 2026 kembali ditangguhkan.  Penundaan kali ini disebut karena permasalahan antara pihak travel dengan agen tiket.

Ketidakjelasan jadwal ini membuat sejumlah calon jemaah umrah geregetan. Mereka sengaja mendatangi posko pengaduan PT Annisa Ahmada di Jalan Sudirman Sudirman, Kota Mojokerto, Jumat, 18 September 2026.

Kedatangan mereka untuk meminta kepastian mengenai jadwal pengganti keberangkatannya ke Tanah Suci.

"Saya datang ke posko untuk memastikan jadwal keberangkatannya. Kalau memang diundur sampai Oktober, saya ingin tahu tanggal berapa," kata Bagus Purwanto, 36 tahun, salah seorang calon jemaah umrah ditemui di depan posko pengaduan PT Annisa Ahmada.

Untuk berangkat umrah, warga Desa Keret, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo ini juga mendaftarkan salah seorang anggota keluarga. Biaya perjalanan yang awalnya sebesar Rp20 juta, naik Rp3 juta menjadi Rp23 juta per orang.

Berdasarkan informasi yang diterima Bagus dari pihak PT Anissa Ahmada, penambahan biaya itu karena dampak kenaikan harga tiket.

Maka, pria berusia 36 tahun itu beserta seorang anggotanya akhirnya melunasi biaya sebanyak Rp43 juga sekitar dua pekan sebelum jadwal keberangkatan. “Sudah lunas Rp23 juta per orang. Saya daftar dua orang, jadi total Rp46 juta,” ujarnya.

 

Posko Pengaduan PT AAT Masih Tutup

Sayangnya, niat Bagus dan beberapa calon jemaah umrah yang lain untuk memastikan jadwal keberangkatan umrah “bertepuk sebelah tangan”. Sebab, posko pengaduan masih tutup hingga Jumat siang.

Padahal sebelumnya, lanjut Bagus, pihak PT Annisa Ahmada melalui kuasa hukumnya, Rifan Hanum telah menyampaikan bahwa posko pelayanan dibuka setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB.

“Kami tetap menunggu karena ingin ada kepastian. Kalau diberangkatkan Oktober, kami minta kepastian tanggalnya,” katanya.

Bagus menegaskan, apabila pihak travel tidak dapat memberikan kepastian keberangkatan, dirinya meminta pengembalian seluruh uang yang telah disetorkan.

"Saya minta uang kembali 100 persen karena saya merasa dirugikan. Bukan saya yang membatalkan, tetapi pihak travel yang tidak bisa memberangkatkan sesuai rencana," tegasnya.

Sementara itu, Rifan Hanum belum berhasil dikonfirmasi. Saat beberapa calon jemaah umrah mendatangi posko pengaduan PT Annisa Ahmada, Rifan tidak datang ke sana.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Annisa Ahmada yang dikuasakan kepada Rifan Hanum belum berhasil dikonfirmasi.

Pesan singkat yang dikirim wartawan ke nomor telepon Rifan belum direspon. Demikian, halnya panggilan telepon kepadanya tidak diangkat.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Untuk kesekian kalinya, keberangkatan para calon jemaah umrah ke Tanah Suci melalui perantara PT Anisa Ahmada Cabang Kota Mojokerto tertunda.

Yang terbaru, jadwal keberangkatan mereka pada Minggu dini hari, 20 September 2026 kembali ditangguhkan.  Penundaan kali ini disebut karena permasalahan antara pihak travel dengan agen tiket.

Ketidakjelasan jadwal ini membuat sejumlah calon jemaah umrah geregetan. Mereka sengaja mendatangi posko pengaduan PT Annisa Ahmada di Jalan Sudirman Sudirman, Kota Mojokerto, Jumat, 18 September 2026.

Kedatangan mereka untuk meminta kepastian mengenai jadwal pengganti keberangkatannya ke Tanah Suci.

"Saya datang ke posko untuk memastikan jadwal keberangkatannya. Kalau memang diundur sampai Oktober, saya ingin tahu tanggal berapa," kata Bagus Purwanto, 36 tahun, salah seorang calon jemaah umrah ditemui di depan posko pengaduan PT Annisa Ahmada.

Untuk berangkat umrah, warga Desa Keret, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo ini juga mendaftarkan salah seorang anggota keluarga. Biaya perjalanan yang awalnya sebesar Rp20 juta, naik Rp3 juta menjadi Rp23 juta per orang.

Berdasarkan informasi yang diterima Bagus dari pihak PT Anissa Ahmada, penambahan biaya itu karena dampak kenaikan harga tiket.

Maka, pria berusia 36 tahun itu beserta seorang anggotanya akhirnya melunasi biaya sebanyak Rp43 juga sekitar dua pekan sebelum jadwal keberangkatan. “Sudah lunas Rp23 juta per orang. Saya daftar dua orang, jadi total Rp46 juta,” ujarnya.

 

Posko Pengaduan PT AAT Masih Tutup

Sayangnya, niat Bagus dan beberapa calon jemaah umrah yang lain untuk memastikan jadwal keberangkatan umrah “bertepuk sebelah tangan”. Sebab, posko pengaduan masih tutup hingga Jumat siang.

Padahal sebelumnya, lanjut Bagus, pihak PT Annisa Ahmada melalui kuasa hukumnya, Rifan Hanum telah menyampaikan bahwa posko pelayanan dibuka setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB.

“Kami tetap menunggu karena ingin ada kepastian. Kalau diberangkatkan Oktober, kami minta kepastian tanggalnya,” katanya.

Bagus menegaskan, apabila pihak travel tidak dapat memberikan kepastian keberangkatan, dirinya meminta pengembalian seluruh uang yang telah disetorkan.

"Saya minta uang kembali 100 persen karena saya merasa dirugikan. Bukan saya yang membatalkan, tetapi pihak travel yang tidak bisa memberangkatkan sesuai rencana," tegasnya.

Sementara itu, Rifan Hanum belum berhasil dikonfirmasi. Saat beberapa calon jemaah umrah mendatangi posko pengaduan PT Annisa Ahmada, Rifan tidak datang ke sana.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Annisa Ahmada yang dikuasakan kepada Rifan Hanum belum berhasil dikonfirmasi.

Pesan singkat yang dikirim wartawan ke nomor telepon Rifan belum direspon. Demikian, halnya panggilan telepon kepadanya tidak diangkat.