Kamis, 17 September 2026 09:31 UTC

Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo saat menyalurkan bantuan air bersih ke warga. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Tongas, Kamis, 17 September 2026.
Petugas mendistribusikan bantuan tersebut ke dua dusun di Desa Sumberkramat. Masing-masing lokasi menerima pasokan 5.000 liter air bersih menggunakan satu unit mobil tangki milik BPBD Kabupaten Probolinggo.
Kekeringan ekstrem yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir membuat sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan warga mengering. Kondisi itu menyebabkan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Lokasi pertama berada di Dusun Krajan RT 03 RW 02, Desa Sumberkramat. Kekeringan berdampak terhadap 38 kepala keluarga (KK) atau 149 jiwa di wilayah tersebut.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Probolinggo kemudian menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
Petugas selanjutnya mendistribusikan bantuan ke Dusun Mendek Wetan RT 006 RW 003, Desa Sumberkramat. Sebanyak 38 KK atau 98 jiwa di wilayah tersebut juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumber mata air yang mengering.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Syarif mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
BACA: MUI Probolinggo Desak Aturan Sound Horeg, Wali Kota Siapkan SE
“Hari ini kami mendistribusikan air bersih ke dua lokasi di Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas. Masing-masing lokasi mendapatkan 5.000 liter air bersih,” ujar Oemar Syarif.
Menurut Oemar, kekeringan membuat sumber mata air yang menjadi andalan warga tidak lagi menyediakan air. BPBD kemudian menyalurkan air bersih sebagai langkah penanganan sementara bagi masyarakat terdampak.
“Distribusi ini sebagai bentuk penanganan terhadap warga yang terdampak kekeringan, karena sumber mata air mengering,” katanya.
Bantuan tersebut membuat warga di dua dusun kembali mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BPBD Kabupaten Probolinggo juga akan memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau. Penyaluran air akan dilakukan berdasarkan kebutuhan serta laporan masyarakat di wilayah terdampak.
