Kamis, 17 September 2026 07:30 UTC

Petugas Damkar Kabupaten Mojokerto melakukan pembasahan di gudang produksi sepatu milik PT ESA Kalen Jaya, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto yang terbakar pada Kamis, 17 September 2026. Foto: Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Gudang produksi sepatu milik PT ESA Kalen Jaya di Desa Jatikalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto terbakar pada Kamis, 19 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.
Insiden tersebut dilaporkan tidak mengakibatkan korban jiwa maupun luka. Seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
“Saat itu, kami sedang kerja. Ketika api sudah membesar, ada yang berteriak agar kami keluar karena ada kebakaran. Saya langsung keluar, semua (pekerja) keluar karena di dalam gudang sudah pengap,” ungkap Mohamad Unying, salah seorang pekerja di pabrik tersebut.
Meski demikian, ruang komputer dan bagian produksi pada tiga bangunan gudang dilaporkan terbakar. Hingga berita ini ditulis, kerugian material masih dihitung pihak manajemen pabrik bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, dan kepolisian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, kebakaran diduga dipicu aktivitas pengelasan di gudang bagian belakang.
“Kemudian, percikan api mengenai bahan baku karton dan bahan lain (untuk produksi sepatu) yang mudah terbakar. Ini masih dugaan awal,” katanya.
Menurut Rinaldi, saat kebakaran terjadi para karyawan sedang menjalankan aktivitas produksi seperti biasa. Beruntung, seluruh pekerja berhasil dievakuasi ke tempat aman.
“Alhamdulillah semua pekerjanya bisa dievakuasi ke tempat yang aman. Untuk jumlah karyawan, kami belum mendapatkan informasi,” ujarnya.
Dalam upaya pemadaman, delapan unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit water cannon diterjunkan ke lokasi kejadian.
Rinaldi menjelaskan, proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena material yang terbakar merupakan bahan yang mudah menyala.
Petugas kemudian melakukan pembasahan untuk mencegah api merembet ke bagian bangunan lainnya.
“Gudang utama ini isinya karton yang mudah terbakar. Teman-teman damkar langsung melakukan pembasahan untuk mencegah api merembet ke daerah lain,” jelasnya.
Selain karton, di sekitar lokasi juga terdapat bahan kimia yang mudah terbakar. Namun, material tersebut berhasil diamankan petugas sehingga tidak ikut tersambar api.
