Jumat, 18 September 2026 04:00 UTC

Kebakaran di gudang pabrik sepatu PT ESA KALEN Jaya di Kabupaten Mojokerto belum berhasil dipadamkan hingga lebih dari 22 jam pascakejadian, Jumat, 18 September 2026. Foto : Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto –Kebakaran gudang produksi sepatu milik PT Esa Kalen Jaya di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, belum juga padam setelah berlangsung sekitar 22 jam.
Hingga Jumat pagi, 18 September 2026, kobaran api masih terlihat di sejumlah titik bangunan. Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku menjinakkan api yang pertama kali muncul pada Kamis sekitar pukul 10.15 WIB.
“Terhitung sejak kemarin, awal kejadian sekitar pukul 10.15 WIB hingga sekarang pukul 07.50 WIB kobaran api belum bisa dipadamkan. Diperkirakan sudah 22 jam,” kata Prasetyo, salah seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi, Jumat pagi.
Menurutnya, proses pemadaman terkendala material yang terbakar. Di antaranya cairan minyak, lem, dan karet yang digunakan dalam proses produksi sepatu. “Untuk bahan pembuatan sepatu,” ujarnya.
Lamanya kebakaran membuat salah satu bangunan penyimpanan bahan sepatu mengalami kerusakan parah. Sebagian struktur bangunan bahkan telah ambrol akibat terus dilalap api.
Kebutuhan air untuk pemadaman juga cukup besar. Puluhan truk tangki pengangkut air harus bolak-balik memasok air ke lokasi kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dan Jombang masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api kembali membesar setelah titik-titik api berhasil dikendalikan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian material masih dalam penyelidikan petugas.
Kebakaran diduga bermula saat berlangsung aktivitas perbaikan bagian gudang oleh petugas bengkel las. Percikan api dari proses pengelasan diduga mengenai material yang mudah terbakar hingga memicu kobaran api.
Sejumlah karyawan sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api dengan cepat membesar dan menjalar ke area penyimpanan bahan produksi sepatu.
Kobaran api kemudian melahap material yang tersimpan di dua bangunan, yakni area pengepakan dan produksi sepatu. Seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
