Jembatan Lama Kediri Ditetapkan Menjadi Bangunan Cagar Budaya

Hari Istiawan

Senin, 18 Maret 2019 - 23:24

JATIMNET.COM, Kediri - Tim ahli cagar budaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan Jembatan Lama di Kota Kediri, Jawa Timur sebagai bangunan cagar budaya mengingat usianya yang mencapai 150 tahun.

"Hari ini tepat 18 Maret 2019 diresmikan Jembatan Brawijaya dan ditetapkan Jembatan Lama ini menjadi cagar budaya supaya semua bisa melestarikan bersama anak cucu dan melihat bangunan ini yang dibuat pada 150 tahun lalu," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Senin 18 Maret 2019.

Ia mengatakan, Jembatan Lama ini secara konstruksi juga ditambahi dengan kayu di bagian tepi jembatan. Kayu yang cukup kering membuat jembatan ini sering terbakar ketika terkena puntung rokok.

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk membangun lagi jembatan baru, sekitar 500 meter dari jembatan lama, dengan harapan bisa lebih mengurai kemacetan.

BACA JUGA: Jembatan Brawijaya Kediri Selesai Akhir Desember

Wali kota juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu termasuk seluruh masyarakat yang ikut mendukung dibangunnya jembatan baru ini. Tujuan pembangunan jembatan baru tersebut agar perekonomian di Kediri bisa tumbuh maksimal serta kemacetan bisa dikendalikan.

"Jembatan baru ini pada prinsipnya untuk mengurai kemacetan di Kediri, supaya perekonomian tumbuh maksimal, kemacetan bisa dikendalikan, jadi tidak terlalu macet. Jembatan lama ini 150 tahun dan ini dijadikan situs budaya, jadi seluruh anak cucu bisa menikmati jembatan kuno," kata dia.

Walaupun ada jembatan baru, wali kota menegaskan jembatan lama boleh dimanfaatkan hanya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Untuk kendaraan roda empat harus lewat jembatan baru.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kediri Sunyata mengatakan jembatan yang lama itu usianya memang sudah cukup lama, yakni 150 tahun dibangun saat masih penjajahan Belanda.

BACA JUGA: BI Kediri Kembangkan Kopi di Dua Kota

"Dari sekian tahun ada perbaikan, sehingga pemkot merencanakan dan membangun jembatan brawijaya di sebelah utara (jembatan lama)," kata dia.

Ia mengatakan, jembatan baru itu direncanakan dibangun pada 2009 dan mulai dilaksanakan pada 2010. Namun, terjadi kasus hukum sehingga pada 2013 pembangunan jembatan ini dihentikan, hingga akhirnya pemerintah kota mengajukan permohonan untuk melanjutkan kembali pembangunan jembatan dan dikabulkan.

Imam Mubarok, salah seorang budayawan asal Kediri mengungkapkan secara umum di situs cagar budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah masuk sebagai benda cagar budaya sejak 2015 dan penetapan oleh tim ahli cagar budaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dilakukan pada 12 Maret 2019.

Jembatan Lama ini, kata dia, dibangun oleh seorang insinyur bernama Sytze Westerbaan Muurling. Ia mendapatkan julukan sebagai chief engineer di masanya.

BACA JUGA: Feby Febiola Bawakan Makanan Khas Kediri untuk Vanessa

Westerbaan menerima pendidikan dasar di sekolah Austria sekaligus menamatkan pendidikan menengah pertama. Ia lalu melanjutkan kuliah di Huther, Groningen jurusan hukum. Namun, ia sakit sehingga berhenti setelah tiga tahun kuliah.

Setelah istirahat, pada 1845 ia lulus dan menempuh pendidikan untuk Royal Academy di Delft. Pada 1859 berhasil meraih gelar insinyur dan atas perintah menteri koloni pada 4 Februari 1860, ia diangkat menjadi direktur pekerjaan umum di Hindia Belanda.

"Semua data terkait dengan pembangunan jembatan lama tersebut bisa diperoleh di buku dari Belanda yang judulnya Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek"," kata Barok, sapaan akrabnya. (ant)

Baca Juga

loading...