Sabtu, 27 June 2026 06:09 UTC

Proses evakuasi jenazah tanpa identitas di Dam Rolak 9, Kabupaten Mojokerto oleh tim gabungan. Foto: BPBD Mojokerto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Warga di sekitar Dam Rolak 9, Kabupaten Mojokerto, dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah pria yang mengapung di aliran Sungai Brantas, Sabtu pagi, 27 Juni 2026.
Penemuan mayat tersebut terjadi sekitar pukul 06.20 WIB. Seorang warga yang melihat tubuh korban mengapung di sungai segera melaporkan kejadian itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto agar korban dapat segera dievakuasi.
Menerima laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto bersama personel Polsek, Koramil, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan warga langsung menuju lokasi. Tim gabungan kemudian mengevakuasi jenazah dari aliran Sungai Brantas
BACA: Diduga Minum Cairan Deterjen, Perempuan Penghuni Kos di Magersari Dilarikan ke Rumah Sakit
Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Pada pukul 07.40 WIB, petugas berhasil mengangkat jenazah dari sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Anggota Polsek Mojoanyar turut melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya, polisi bersama relawan membawa jenazah ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk keperluan identifikasi.
Kanit Reskrim Polsek Mojoanyar Aipda Listiono mengatakan, korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia 40 hingga 45 tahun.
"Ada luka dibpelipis mata kiri namun blm diketahui luka tersebut, setelah korban meninggal terbentur batu di aliran sungai atau sebelum meninggal," ujarnya.
BACA: Terekam CCTV, Dua Maling Gasak Motor Pelanggan di Toko Roti Chi2 dalam Waktu Tiga Menit
Hingga proses evakuasi selesai, identitas korban belum berhasil diketahui sehingga sementara dicatat sebagai Mr. X.
"Mayat Mister X ini kira-kira sudah 1-2 hari hanyut di air dan sudah pembengkakan," terangnya.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekaligus proses identifikasi.
Sementara itu, kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut guna mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab kematiannya.
