Logo

Ribuan Orang Gelar Aksi Bela MBG di Probolinggo, Wali Kota Klaim Dongkrak Ekonomi

Pemkot Janji Kawal Program Makan Bergizi Gratis
Reporter:,Editor:

Sabtu, 27 June 2026 09:46 UTC

Ribuan Orang Gelar Aksi Bela MBG di Probolinggo, Wali Kota Klaim Dongkrak Ekonomi

Aksi sejumlah massa pendukung program MBG di Kota Probolinggo, Sabtu, 27 Juni 2026.  Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Aliansi Masyarakat Peduli Pangan Bergizi Probolinggo Raya menggelar aksi damai untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu, 27 Juni 2026. Massa menilai program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak besar terhadap perekonomian daerah.

Aksi dimulai dengan long march dari Alun-alun Kota Probolinggo menuju depan Kantor DPRD Kota Probolinggo. Sepanjang perjalanan, ribuan peserta membawa poster dan membentangkan spanduk yang berisi ajakan menjaga keberlanjutan Program MBG. Mereka juga menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam poin pernyataan sikap yang menegaskan pentingnya mempertahankan Program Makan Bergizi Gratis agar terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama Ketua DPRD Kota Probolinggo membubuhkan tanda tangan pada sebuah banner dukungan. Penandatanganan itu menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dan legislatif untuk mengawal keberlangsungan Program MBG. 

BACA: Petisi MBG Tembus 31 Ribu Dukungan, BGN Bantah Isu Penghentian

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Probolinggo maupun daerah sekitarnya. Menurutnya, keberadaan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mendorong perputaran ekonomi masyarakat dalam skala besar.

"Ini akan mempengaruhi perputaran ekonomi Kota Probolinggo dan sekitarnya. Dengan adanya dapur-dapur MBG, perputaran uang yang beredar di masyarakat diperkirakan mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun dalam satu tahun," ujar Aminuddin.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Probolinggo akan terus mengawal pelaksanaan Program MBG agar berjalan optimal, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

"Tentu program MBG ini akan kita kawal dengan sebaik-baiknya, mulai dari tingkat pusat hingga tingkat daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya. 

BACA: Kunjungi Probolinggo, Menko Pangan Ancam Tutup Dapur MBG Tak Standar
 

Koordinator aksi, Eko Hardianto, berharap pemerintah mendengarkan aspirasi para relawan, petani, peternak, serta pelaku usaha lokal yang selama ini merasakan manfaat langsung dari Program MBG.

Menurut Eko, program tersebut telah menjadi pasar yang mampu menyerap hasil pertanian, peternakan, dan berbagai produk usaha lokal. Karena itu, ia berharap keberlanjutan program tetap terjaga.

"Kita tidak ingin program ini terdampak hal-hal yang semestinya tidak harus terjadi sehingga berimbas terhadap keberlanjutan Program MBG. Program ini memberikan manfaat besar bagi petani, peternak, pelaku UMKM, hingga masyarakat luas," ujarnya.

Saat ini, sekitar 52 ribu warga di Kota Probolinggo telah menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Untuk mendukung pelaksanaannya, sebanyak 40 dapur SPPG telah beroperasi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, Program MBG juga membuka lapangan pekerjaan baru. Diperkirakan antara 1.500 hingga 2.500 tenaga kerja lokal dari Kota dan Kabupaten Probolinggo telah terserap dalam operasional program tersebut, mulai dari tenaga dapur, distribusi, hingga penyedia bahan pangan lokal. 

BACA: MBG Banyak Dikeluhkan, Anggota DPR RI Ini Desak Evaluasi Total SPPG
 

Melihat berbagai dampak tersebut, massa berharap pemerintah terus menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Seperti diberitakan sebelumnya, desakan agar program MBG dihentikan semakin menguat setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap tiga bekas pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) karena diduga melakukan korupsi hingga triliunan rupiah program prioritas Presiden Prabowo ini. Aksi menentang program MBG yang digelar di beberapa daerah, belakangan juga di balas dengan aksi dukungan terhadap program ini.