Logo

Sampah Penuhi Kali Bendung Mojokerto, Warga Keluhkan Bau Busuk

Reporter:,Editor:

Selasa, 11 August 2026 02:30 UTC

Sampah Penuhi Kali Bendung Mojokerto, Warga Keluhkan Bau Busuk

Tumpukan sampah di Kali Bendung Desa Bendung Kecamatan Jetis, Mojokerto ,Kamis, 6 Agustus 2026. Foto :Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Tumpukan sampah rumah tangga di aliran Kali Bendung, Dusun Belik, Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dikeluhkan warga. Saat musim kemarau, sampah yang mengendap di aliran sungai membuat bau tidak sedap semakin menyengat.

Sampah yang menumpuk di sejumlah titik mayoritas berupa limbah rumah tangga, seperti usus ayam dan sisa sayuran. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau yang mengganggu warga di sekitar aliran kali.

Iwan, 40 tahun, warga Dusun Belik, mengatakan tumpukan sampah tersebut diduga berasal dari warga yang sengaja membuang limbah ke aliran Kali Bendung. Menurutnya, pelaku pembuangan sampah bukan hanya warga sekitar, tetapi juga warga dari luar desa.

“Hampir terjadi setiap malam sekitar jam sembilan. Yang membuang sampah banyak dari warga luar desa, tetapi ada juga warga sekitar karena di desa kami belum ada tempat pembuangan sampah,” kata Iwan, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia menuturkan, kondisi semakin mengganggu ketika musim kemarau. Debit air Kali Bendung yang mengecil membuat sampah tidak terbawa arus dan akhirnya mengendap di sejumlah titik.

“Sekarang baunya sangat mengganggu karena air sungainya kecil,” ujarnya.

Menurut Iwan, kondisi berbeda terjadi saat musim hujan. Debit air yang lebih besar membuat sebagian sampah terbawa arus sehingga tidak terlalu lama menumpuk di aliran kali yang melintas di Dusun Belik.

Warga berharap pemerintah desa bersama instansi terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah, warga mengusulkan pemasangan jaring penahan sampah di aliran kali.

Penyediaan tempat pembuangan sampah juga dinilai penting agar warga memiliki lokasi pembuangan yang jelas dan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat membuang limbah rumah tangga.

“Harapannya jangan lagi ada yang membuang sampah ke kali. Kalau bisa perangkat desa segera bertindak dan memasang jaring agar sampah tidak terus menumpuk,” pungkas Iwan.