Sabtu, 20 June 2026 03:00 UTC

Tersangka pelaku jambret ASN BPN Kota Surabaya hingga tewas di Jalan Kusuma Bangsa, diamankan bersama istrinya, Sabtu, 20 Juni 2026. Foto: Humas Polrestabes Surabaya
JATIMNET.COM, Surabaya – Polrestabes Surabaya menangkap satu pelaku penjambretan yang menyebabkan Widya Riskyanti (28), staf Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Surabaya, meninggal dunia. Korban sebelumnya mengalami luka berat di bagian kepala setelah terjatuh saat mempertahankan tasnya yang dirampas pelaku.
Tersangka berinisial N (23), warga Jalan Dupak Bandarejo, Surabaya, diamankan setelah penyidik Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan atas kasus penjambretan yang terjadi di Jalan Kusuma Bangsa, belakang Grand City Surabaya.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, N berperan sebagai pengendara sepeda motor saat menjalankan aksi bersama seorang rekannya yang kini masih masuk daftar pencarian orang (DPO).
"Tersangka N berperan sebagai joki saat menjambret korban," kata Edy, Sabtu, 20 Juni 2026.
Polisi mengungkap, kedua pelaku memepet sepeda motor korban ketika Widya pulang kerja. Saat tas korban dirampas, Widya kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan mengalami cedera serius di bagian kepala.
BACA: Ibu Rumah Tangga Dijambret di Jalur Pantura Probolinggo, Wajah Penuh Luka
"Korban terjatuh, mengalami luka berat di bagian kepala, sempat dirawat dalam kondisi tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia," ujarnya.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa sore, 2 Juni 2026. Korban sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo Surabaya selama empat hari sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 5 Juni 2026.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap N di rumahnya pada Rabu, 3 Juni 2026. Penyidik turut menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan saat beraksi, kartu identitas korban, kartu ATM korban, serta tas milik korban.
Saat diperiksa penyidik dan diinterogasi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan, tersangka mengakui keterlibatannya dalam aksi penjambretan tersebut.
"Saya salah Pak. Dua kali ini. Selain jambret nyuri motor," ujar N.
Sementara itu, keluarga korban mengaku sempat berharap kondisi Widya membaik setelah menjalani operasi. Namun luka berat yang diderita korban membuat kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
Ibu korban, Isnaini Budiarti (53), mengatakan keluarganya awalnya mengira putrinya mengalami kecelakaan lalu lintas setelah mendapat kabar dari tetangga.
BACA: Terbukti Memanipulasi Data Visa, 3 WNA Tiongkok Dideportasi
"Dirawat mulai Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat sekitar jam 3 sore meninggal dunia," kata Isnaini.
Korban diketahui menjadi sasaran penjambretan saat melintas di belakang Grand City Surabaya dalam perjalanan pulang kerja. Pelaku membawa kabur tas berisi telepon seluler, dompet, dan sejumlah barang pribadi milik korban.
"Kejadiannya saat pulang kerja. Benda yang diambil tas isinya barang-barang, ponsel dan dompet," tuturnya.
Polisi masih memburu satu pelaku lain yang diduga bertindak sebagai eksekutor penjambretan. Penyidik juga terus mengembangkan perkara tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus kriminal lainnya.
Dalam proses penyidikan, polisi juga menemukan fakta bahwa N bukan pelaku baru. Ia diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai kasus kejahatan jalanan, mulai dari penjambretan hingga pencurian kendaraan bermotor yang pernah dilakukannya di sejumlah wilayah Surabaya.
