Logo

Wondr Futsal Series 2026 Dimulai dari Surabaya, Bidik Talenta Pelajar dari 40 Kota

Reporter:,Editor:

Rabu, 29 July 2026 12:41 UTC

Wondr Futsal Series 2026 Dimulai dari Surabaya, Bidik Talenta Pelajar dari 40 Kota

Wondr Futsal Series 2026 mulai dibuka pertama kali di Surabaya, Rabu, 29 Juli 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Games of Society bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui wondr by BNI resmi mengawali penyelenggaraan wondr Futsal Series 2026 di Surabaya, Jawa Timur. Kota Pahlawan dipilih sebagai kota pembuka sebelum kompetisi futsal pelajar terbesar di Indonesia tersebut bergulir di 40 kota yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

CEO sekaligus Co-Founder Games of Society, Novel Leonardo, mengatakan turnamen ini dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi pemain muda agar mendapatkan perhatian dari publik, klub profesional, hingga pemandu bakat melalui kompetisi yang dikemas secara profesional.

"Kami adalah promotor, bukan akademi pembina ataupun federasi. Fokus utama kami memberikan exposure yang lebih luas dan mendalam bagi para pemain agar potensi mereka dapat terlihat oleh publik, klub, hingga pemandu bakat," ujar Novel dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Novel, setiap tahun lebih dari 23 ribu pemain mengikuti berbagai kompetisi yang diselenggarakan Games of Society. Untuk mendukung proses pencarian bakat, seluruh pertandingan dipromosikan melalui siaran langsung (live streaming), produksi konten digital, hingga pencatatan statistik setiap pemain.

Ia menegaskan, Games of Society tidak mengambil peran sebagai lembaga pembinaan atlet. Tanggung jawab pembinaan teknis, mulai dari latihan, peningkatan kemampuan, hingga pengaturan nutrisi, tetap menjadi kewenangan akademi, sekolah, klub, pelatih, guru, dan orang tua.

"Peran kami adalah mengemas kompetisi secara profesional dan mengekspos para pemain. Pembinaan tetap menjadi ranah akademi, klub, sekolah, pelatih, guru, dan orang tua," katanya.

 

Data Pemain Dibagikan ke Klub Profesional dan Timnas

Novel menjelaskan, seluruh data performa pemain yang dihimpun selama kompetisi disusun dalam katalog digital dan dibagikan secara gratis kepada federasi, tim nasional, serta klub profesional sebagai referensi dalam proses pencarian talenta.

Menurutnya, sistem tersebut memudahkan pemantauan pemain dari berbagai daerah tanpa harus melakukan seleksi secara langsung di seluruh Indonesia.

"Dengan Indonesia sebagai negara kepulauan, katalog digital ini memudahkan pelatih tim nasional memantau pemain tanpa harus berkeliling ke seluruh daerah. Kami memperbarui data setiap tahun dan membagikannya secara gratis kepada federasi, timnas, maupun klub profesional," ujarnya.

Tak hanya membuka peluang menuju klub profesional dan tim nasional kelompok usia, kompetisi ini juga menjadi jalur bagi para atlet untuk memperoleh beasiswa pendidikan tinggi.

Hingga saat ini, lebih dari 25 pemain berhasil mendapatkan beasiswa penuh di sejumlah perguruan tinggi. Selain itu, sekitar 20 pemain telah mengikuti seleksi maupun bergabung dengan tim nasional kelompok usia, sementara beberapa lainnya berkarier di klub profesional dan Liga Nusantara.

"Sudah lebih dari 25 pemain mendapatkan beasiswa penuh di berbagai universitas. Ada juga sekitar 20 pemain yang mengikuti seleksi maupun bergabung dengan tim nasional kelompok usia, sementara beberapa lainnya bermain di klub profesional dan Liga Nusantara," kata Novel.

 

Antusiasme Tinggi di Surabaya

Pada musim 2026, Surabaya menjadi salah satu kota pembuka bersama Mojokerto, Malang, Gresik, dan Bali.

Antusiasme peserta di Surabaya terbilang tinggi. Hampir 100 sekolah mendaftarkan diri, namun panitia membatasi jumlah peserta menjadi 24 tim agar kualitas penyelenggaraan dan jadwal pertandingan tetap terjaga.

"Antusiasme di Surabaya sangat tinggi. Hampir 100 sekolah mendaftar, tetapi kami membatasi menjadi 24 tim agar kualitas penyelenggaraan tetap terjaga," ujarnya.

Secara nasional, penyelenggaraan musim sebelumnya mencatat 55 event pada kategori profesional, SMA, dan perguruan tinggi di 40 regional. Kompetisi tersebut melibatkan lebih dari 1.000 tim SMA dengan sekitar 16 ribu atlet, disaksikan lebih dari 756 ribu penonton secara langsung, serta menjangkau 34 juta pengguna digital dengan lebih dari 2,5 miliar impresi di media sosial.

Selain menggelar kompetisi, Games of Society juga menjalankan program School Visit yang menjangkau sekitar 1.200 sekolah setiap tahun. Program ini bertujuan memberikan edukasi olahraga sekaligus memperkenalkan peluang karier di dunia futsal kepada para pelajar.

 

BNI Perkuat Literasi Keuangan Pelajar

Sementara itu, RCEO BNI Wilayah 6 Surabaya, Maya Agustina, mengatakan dukungan terhadap wondr Futsal Series 2026 merupakan bagian dari komitmen BNI dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda sekaligus memperluas literasi keuangan digital di kalangan pelajar.

Melalui aplikasi wondr by BNI, perusahaan juga tengah menyiapkan fitur baru yang membantu anak dan remaja membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini dengan pendampingan orang tua. Fitur tersebut dijadwalkan diperkenalkan pada ajang BNI wondrX 2026 pada Agustus mendatang.

Maya berharap kompetisi ini mampu menjadi ekosistem yang mempertemukan sekolah, perguruan tinggi, klub profesional, hingga tim nasional sehingga semakin banyak talenta futsal Indonesia yang berkembang.

"Kami percaya setiap anak Indonesia berhak memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuannya. Dari lapangan sekolah, kami ingin melahirkan pemain-pemain yang suatu hari nanti mengharumkan nama bangsa bersama Merah Putih," katanya.