Selasa, 01 September 2026 09:00 UTC

Didik Suprayogi (polo corak) di sela-sela pelepasan dan pamit semangat ke Bupati Gresik dalam ikut serta kompetisi Piala Soeratin 2026 di Jember. Foto: Agus Salim.
JATIMNET.COM, Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Gresik masih membutuhkan pembenahan.
Ia mendorong Askab PSSI Gresik membangun sistem pembinaan berjenjang agar talenta muda daerah tidak berhenti di level usia dini.
Sorotan itu disampaikan Gus Yani saat melepas tim Gresik United U-13 dan U-15 yang akan berlaga di Piala Soeratin Jawa Timur 2026 di Jember, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, kedua tim tersebut merupakan aset sepak bola Gresik yang diharapkan dapat menjadi bagian dari regenerasi pemain untuk tim Kabupaten Gresik.
“Anak-anak ini adalah harapan bagi kami, prestasi bagi pemerintah dan merupakan aset pemain nanti di tim Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani.
Gus Yani mengakui masih banyak pekerjaan rumah dalam pembinaan sepak bola Gresik. Salah satunya belum terwadahinya seluruh sekolah sepak bola (SSB) dalam sistem pembinaan Askab PSSI Gresik.
Ia berharap kepengurusan Askab PSSI Gresik ke depan diisi sosok yang memahami sepak bola sekaligus memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan usia dini.
“Kita tunggu Munas PSSI pusat, nanti kita tata kembali Askab PSSI Gresik. Struktur harus orang yang suka bola dan orang bola tentunya,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai Dodik Suprayogi, penasihat Gress One FC yang pernah memperkuat Mitra Surabaya, PSDS Deli Serdang dan Persebaya Surabaya, Gus Yani secara terbuka menyatakan dukungannya.
“Cocok itu, saya setuju,” tegasnya.
Dodik sendiri mengaku siap jika diberi kepercayaan untuk ikut membenahi sepak bola Gresik. Namun, ia menilai pembinaan usia dini tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Kalau ditanya siap atau tidak, ya harus siap. Tapi tidak boleh main-main. Pembinaan itu membutuhkan dukungan, pertandingan berjenjang dan fasilitas yang menunjang,” kata Dodik.
Selain memiliki pengalaman sebagai mantan pemain profesional, Dodik saat ini merupakan Kepala Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik.
Sementara itu, Exco/Komite Usia Muda Askab PSSI Gresik Agita Desi Dwijaning Ayu menjelaskan, kepengurusan Askab PSSI Gresik sekitar tiga tahun terakhir dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt).
“Tiga tahun ini Plt. Pak Ketua mengundurkan diri karena ikut pencalonan legislatif,” pungkasnya.
