Rabu, 12 August 2026 12:56 UTC

KONI Jatim bersama Australia Barat melakukan kerjasama untu menungkatkan prestasi atlet Jatim, Rabu, 12 Agustus 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memperkuat persiapan menghadapi PON XXII 2028 melalui kerja sama dengan Pemerintah Negara Bagian Australia Barat. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Technical Agreement bidang olahraga yang berlaku selama empat tahun.
Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet Jawa Timur melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, pelatihan, serta pengembangan program olahraga prestasi.
Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengatakan Australia Barat memiliki pengalaman dan sistem pengembangan olahraga prestasi yang dapat menjadi rujukan bagi Jawa Timur.
“Kami memandang Australia, khususnya Australia Barat, sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman, sistem, dan keahlian yang maju dalam pengembangan olahraga prestasi,” kata Muhammad Nabil, Rabu, 12 Agustus 2026.
BACA: 284 Atlet Ju-Jitsu Wali Kota Cup 2026 Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Menurut Nabil, kerja sama tersebut harus menghasilkan program konkret yang berdampak terhadap peningkatan prestasi atlet. Karena itu, KONI Jawa Timur akan mendorong pertukaran keahlian dan dukungan teknis dalam proses pembinaan.
“Bagi Jawa Timur, dukungan teknis dan transfer keahlian sangat penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional, khususnya PON XXII Tahun 2028,” ujarnya.
Nabil menegaskan pembinaan atlet perlu dilakukan secara terencana agar prestasi yang diraih Jawa Timur lahir dari proses yang terukur.
“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan olahraga tidak diraih secara kebetulan, tetapi dibangun melalui perencanaan yang matang, kepelatihan berkualitas tinggi, dukungan ilmiah, kedisiplinan, serta evaluasi yang berkelanjutan,” katanya.
Selain persiapan atlet, kerja sama tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia olahraga. Pelatih, administrator, dan tenaga pendukung akan memperoleh peluang pendidikan, pelatihan, serta transfer keahlian.
KONI Jawa Timur dan Australia Barat juga membuka peluang kolaborasi dalam penelitian, rehabilitasi medis olahraga, pengumpulan data dan statistik, keselamatan olahraga, serta pengelolaan fasilitas dan peralatan olahraga.
Kedua pihak turut memasukkan aspek pencegahan penggunaan obat-obatan terlarang dan penguatan tata kelola organisasi olahraga dalam ruang lingkup kerja sama.
“Yang kami bangun bukan hanya bagaimana atlet berprestasi, tetapi juga bagaimana ekosistem olahraganya menjadi lebih baik, mulai dari pelatih, tenaga pendukung, tata kelola, fasilitas hingga aspek keselamatan dan kesehatan atlet,” ujarnya.
WA Government Investment and Trade Commissioner to Indonesia, Bryce Green menyambut baik kelanjutan kerja sama tersebut. Ia menyebut hubungan Jawa Timur dan Australia Barat telah memiliki sejarah persahabatan yang panjang.
BACA: Bupati Gresik Cup Jadi Ajang Seleksi Atlet Menuju Porprov Jatim
“Kerja sama ini memang layak dilakukan dan dilanjutkan karena Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Demikian juga, khususnya dengan KONI Jawa Timur, yang sejak 2019 sudah menjalin kerja sama,” ujar Bryce.
Menurut Bryce, kolaborasi olahraga dapat mempererat hubungan kedua wilayah sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengembangan olahraga.
Technical Agreement ditandatangani Muhammad Nabil atas nama KONI Jawa Timur dan Bryce Green mewakili Pemerintah Negara Bagian Australia Barat. Perjanjian dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.
Hubungan Sister-State Jawa Timur dan Australia Barat sendiri telah berlangsung sejak 1991. Sementara kerja sama khusus antara KONI Jawa Timur dan Australia Barat berjalan sejak 2019.
Melalui kesepakatan tersebut, KONI Jawa Timur berharap pengalaman Australia Barat dapat dipadukan dengan potensi atlet dan sumber daya olahraga yang dimiliki Jawa Timur.
Kolaborasi itu diharapkan memperkuat daya saing atlet Jawa Timur sekaligus membantu KONI menyiapkan kontingen terbaik untuk menghadapi PON XXII 2028.
