Logo

Lima Atlet Jatim Perkuat Timnas Indonesia di World Cup Woodball 2026 Malaysia

Reporter:,Editor:

Jumat, 24 July 2026 10:03 UTC

Lima Atlet Jatim Perkuat Timnas Indonesia di World Cup Woodball 2026 Malaysia

Lima atlet Jawa Timur yang terpilih masuk Timnas Indonesia berpamitan ke KONI Jatim, Jumat, 24 Juli 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Dominasi Jawa Timur pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026 berlanjut ke level internasional. Sebanyak lima atlet asal Jawa Timur resmi dipercaya memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada ajang The 10th World Cup Woodball 2026 yang berlangsung di Perlis, Malaysia, pada 24–30 Juli 2026.

Kepercayaan tersebut diberikan setelah kontingen Jawa Timur tampil sebagai juara umum Kejurnas Woodball 2026 dengan raihan 10 medali emas, 8 medali perak, dan 5 medali perunggu. Prestasi itu sekaligus menjadikan Jawa Timur sebagai penyumbang atlet terbanyak bagi skuad Merah Putih.

Lima atlet Jawa Timur yang dipanggil membela Indonesia ialah Erif Nurachmad Satrio, Eka Candra Apriliyanto, Ardiningrum June Candrawati, Nur Izza Nova Mindayati, dan Laily Maulidia Aprylia. Secara keseluruhan, Timnas Indonesia diperkuat 14 atlet yang berasal dari berbagai daerah.

Sekretaris Indonesia Woodball Association (IWbA) Jawa Timur, Nurul Hidayati, mengatakan proses pemilihan atlet dilakukan berdasarkan hasil seleksi yang mengacu pada prestasi di Kejurnas Woodball 2026.

"Setelah hasil Kejurnas kemarin, alhamdulillah Jawa Timur memperoleh 10 emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Dari hasil tersebut dilakukan seleksi atlet-atlet yang akan mengikuti World Cup di Malaysia," ujar Nurul saat dikonfirmasi Jatimnet.com di Kantor KONI Jawa Timur, Jumat, 24 Juli 2026.

Pada kejuaraan dunia tersebut, para atlet akan bertanding di sejumlah nomor, antara lain single stroke, team stroke, double stroke putra dan putri, double fairway putra dan putri, serta mixed stroke dan mixed fairway.

Nurul optimistis para atlet mampu memberikan performa terbaik di ajang internasional. Menurutnya, seluruh atlet telah menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan di World Cup.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar adalah menyesuaikan diri dengan karakter lapangan di Malaysia yang berbeda dengan lapangan latihan di Indonesia. Karena itu, kemampuan beradaptasi dinilai menjadi faktor penting untuk meraih hasil maksimal.

"Adik-adik benar-benar mempersiapkan diri. Mudah-mudahan nanti bisa cepat menyesuaikan diri karena kondisi lapangannya berbeda. Di sini kita memiliki lapangan yang datar, sedangkan di sana menggunakan lapangan golf. Semoga mereka bisa segera beradaptasi dan memaksimalkan permainannya," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Jawa Timur, Deddy Suhajadi, mengapresiasi keberhasilan cabang olahraga woodball Jawa Timur yang kembali menunjukkan prestasi di tingkat nasional sekaligus menjadi penyumbang atlet terbanyak bagi Timnas Indonesia.

Menurut Deddy, capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan atlet woodball di Jawa Timur. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa persaingan di level dunia jauh lebih kompetitif sehingga seluruh atlet harus menjaga kekompakan dan membangun sinergi dengan rekan satu tim dari provinsi lain.

BACA: Berikut Kerugian KONI Jatim atas Pengurangan Cabor PON XX di Papua 

"Harus menjalin konektivitas dengan atlet dari daerah lain karena sekarang sudah mewakili Merah Putih. Kebersamaan harus dibangun sejak sebelum pertandingan agar chemistry dalam tim semakin kuat," ujarnya.

Deddy berharap lima wakil Jawa Timur dapat memanfaatkan kesempatan tampil di panggung internasional untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa prestasi bagi Indonesia.

Keberhasilan mengirimkan lima atlet ke Timnas Indonesia kembali menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan sistem pembinaan woodball yang kompetitif. Besar harapan disematkan kepada para atlet tersebut untuk mengharumkan nama Indonesia pada The 10th World Cup Woodball 2026 di Perlis, Malaysia.