Logo

Teror Bondet Gegerkan Warga Tongas Probolinggo

Rumah Rusak saat Pemilik Terlelap, Diduga Bom Ikan
Reporter:,Editor:

Sabtu, 01 August 2026 12:42 UTC

Teror Bondet Gegerkan Warga Tongas Probolinggo

‎Pemilik rumah menunjukkan lokasi rumahnya yang terkena bom bondet, di Tongas, Probolinggo. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Aksi teror menggunakan benda yang diduga bondet atau bom ikan menggegerkan warga Dusun Krajan, Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jumat dini hari, 31 Juli 2026. Sebuah rumah milik Muji Rahayu (38) menjadi sasaran pelemparan bahan peledak saat seluruh penghuni tengah terlelap.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu membuat penghuni rumah panik setelah suara ledakan keras terdengar dari bagian depan bangunan. Sesaat kemudian, asap putih disertai bau mesiu memenuhi teras rumah sehingga seluruh anggota keluarga bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.

Setelah kondisi dinilai aman, korban mendapati bagian depan rumah mengalami kerusakan akibat ledakan. Tembok teras jebol, sedangkan atap berbahan asbes eternit pecah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Hingga kini, Muji mengaku tidak mengetahui motif di balik aksi teror tersebut. Ia juga merasa tidak memiliki persoalan dengan siapa pun yang berpotensi memicu pelemparan bahan peledak ke rumahnya.

"Kami sedang tidur, tiba-tiba terdengar ledakan sangat keras. Saat keluar rumah, teras sudah hancur. Saya berharap pelakunya segera ditangkap karena keluarga saya masih ketakutan," ujarnya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

BACA: Motor Dibegal, Penjual Rujak di Probolinggo Takut Melapor

Sejumlah warga mengaku sempat melihat dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di sekitar lokasi sebelum ledakan terjadi. Keduanya disebut memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi sesaat sebelum meninggalkan kawasan tersebut.

Laporan warga langsung direspons jajaran Polres Probolinggo Kota. Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, mengatakan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi saat ini fokus mengumpulkan alat bukti dan memburu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi teror tersebut.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku," ujarnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai pelaku maupun peristiwa tersebut agar segera melapor. Sementara itu, korban berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut sehingga masyarakat tidak lagi dihantui aksi teror serupa.