Logo

Ibu Rumah Tangga Dijambret di Jalur Pantura Probolinggo, Wajah Penuh Luka

Terjatuh Saat Kejar Pelaku hingga Luka
Reporter:,Editor:

Selasa, 07 April 2026 10:00 UTC

Ibu Rumah Tangga Dijambret di Jalur Pantura Probolinggo, Wajah Penuh Luka

Sepeda motor milik korban yang digunakan saat terjadi penjambretan. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Aksi penjambretan kembali terjadi di jalur Pantura Probolinggo. Seorang ibu rumah tangga menjadi korban dalam insiden yang berlangsung pada Senin malam, 6 April 2026.

Korban bernama Dwi Prihantina (57), warga Dusun Pasar, Desa Pajurangan. Ia mengalami luka di bagian wajah dan lengan setelah terjatuh dari sepeda motor saat berusaha mempertahankan barang berharganya.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Saat kejadian, korban tengah berkendara seorang diri menuju sebuah toko untuk membeli makanan ringan.

BACA: Innova Zenix dan Reborn Adu Moncong di Jalur Pantura Probolinggo

Di tengah perjalanan, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha NMAX tiba-tiba mendekat. Tanpa basa-basi, pelaku langsung merampas gelang emas yang dikenakan korban.

Aksi tersebut berlangsung cepat sehingga korban tidak sempat menghindar. Dalam kondisi panik, korban sempat berusaha mengejar pelaku. Namun upaya tersebut justru membuatnya kehilangan kendali hingga terjatuh di jalan.

“Saya tidak menyangka, tiba-tiba mereka mendekat dan menarik gelang saya. Saya coba kejar, tapi malah jatuh,” tutur Dwi Prihantina, Selasa, 7 April 2026.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan lengannya. Sementara itu, kedua pelaku berhasil melarikan diri ke arah barat setelah membawa gelang emas seberat sekitar 5 gram.

Kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp12 juta. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

Peristiwa ini sekaligus menambah daftar kasus kriminal jalanan di jalur Pantura Probolinggo yang dinilai rawan, khususnya pada malam hari. Sejumlah warga menyebut kondisi jalan yang cenderung sepi membuat pelaku leluasa menjalankan aksinya.

Selain itu, keberadaan pos polisi di sekitar kawasan Pantura dekat wisata Pantai Bentar disebut sudah lama tidak difungsikan. Kondisi tersebut dinilai memperparah situasi keamanan karena minimnya pengawasan di titik rawan.

Warga pun berharap aparat dapat meningkatkan patroli serta mengaktifkan kembali pos pengamanan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan keresahan di masyarakat.