Logo

Hampir Sebulan, Polisi Tak Kunjung Pastikan Penyebab Kebakaran Pasar Baru Tuban

Reporter:,Editor:

Kamis, 21 May 2026 11:35 UTC

Hampir Sebulan, Polisi Tak Kunjung Pastikan Penyebab Kebakaran Pasar Baru Tuban

Puing sisa kebakaran pasar baru Tuban yang terjadi pada Kamis 23 April 2026 lalu. Foto: Dok. Zidni Ilman

JATIMNET.COM, Tuban – Hampir satu bulan setelah kebakaran besar melanda Pasar Baru Tuban, hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur hingga kini belum diumumkan kepada publik. Padahal, kebakaran yang terjadi pada Kamis, 23 April 2026 itu menghanguskan puluhan ruko dan menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, Polres Tuban sempat menyebut hasil scientific crime investigation diperkirakan keluar tiga hingga empat hari setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Labfor dan Inafis selesai dilakukan.

Namun sampai Kamis hari ini, 21 Mei 2026, atau menjelang sebulan pascakejadian, polisi belum menyampaikan kepastian penyebab kebakaran yang melanda Blok D, E, dan F Pasar Baru Tuban tersebut.

Jurnalis jatimnet.com telah berupaya mengonfirmasi perkembangan hasil pemeriksaan itu kepada Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto. Akan tetapi, hingga berita ini ditulis, pesan konfirmasi yang dikirim pada Kamis, 21 Mei 2026 belum mendapatkan tanggapan.

Sebelumnya, Kapolres Tuban AKBP Alaidin menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Saat itu, polisi juga mendalami sejumlah rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, petugas mengamankan sejumlah sampel material dari dua blok yang terbakar untuk kepentingan penyelidikan.

“Guna menemukan apakah ada hal yang mencurigakan, atau memang terjadi karena konsleting listrik ataupun penyebab lainnya,” ujar AKBP Alaidin pada 27 April 2026 lalu.

Kebakaran Pasar Baru Tuban terjadi pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah bangunan di area pasar.

Sedikitnya 42 ruko terdampak dalam insiden tersebut, terdiri atas 4 ruko di Blok D, 30 ruko di Blok E, dan 8 ruko di Blok F.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.

Belum diumumkannya hasil Labfor hingga hampir sebulan setelah kejadian memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat, terutama para pedagang yang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.