Logo

Kecelakaan Maut di Depan Proyek SR Tuban, Polisi Periksa PDAM dan PT Waskita Karya

Selidiki dugaan kelaian dalam insiden yang menewaskan driver ojol
Reporter:,Editor:

Selasa, 19 May 2026 08:00 UTC

Kecelakaan Maut di Depan Proyek SR Tuban, Polisi Periksa PDAM dan PT Waskita Karya

Pemeriksaan terhadap pihak PDAM Tirta Lestari Kabupaten Tuban dan PT Waskita Karya Selasa 19 Mei 2026 terkait insiden kecelakaan yang menimpa ojol hingga meninggal dunia pada Senin 11 Mei 2026 lalu di depan proyek SR. Foto: Satlantas Polres Tuban

JATIMNET.COM, Tuban – Satlantas Polres Tuban mulai memeriksa sejumlah pihak terkait kecelakaan yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) di depan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban.

Perwakilan dari PDAM dan PT Waskita Karya sengaja didatangkan ke mapolres untuk dimintai keterangan, Selasa, 19 Mei 2026.

Penyelidikan dilakukan untuk mendalami dugaan kelalaian yang mengakibatkan nyawa Iqbal Firmansyah, 29 tahun melayang di depan proyek pembangunan SR.

BACA: Kecelakaan Maut Driver Ojol di Tuban Sisakan Protes dari Keluarga Korban

Unsur kelalaian muncul karena penyebab kecelakaan yang menewaskan pemuda asal Kelurahan Sidomulyo, Tuban itu diduga akibat melintasi gundukan aspal di Jalan Letda Sucipto, Senin malam, 11 Mei 2026.  

Saat itu, pengemudi ojol ini diduga kehilangan kendali hingga akhirnya terjatuh dan meregang nyawa.

Gundukan aspal tersebut merupakan bekas pekerjaan instalasi PDAM menuju SR yang tengah dibangun oleh PT Waskita Karya.

Kondisi jalan disebut bergelombang usai dilintasi kendaraan berat proyek beberapa jam setelah pengaspalan dilakukan.

BACA: Pakar Hukum Singgung Kelalaian Proyek SR dalam Kecelakaan Ojol di Tuban

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyo mengatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.  

Hingga kini, polisi terus mengumpulkan alat bukti serta keterangan saksi. “(Tadi dari PDAM dan PT Waskita Karya) Sudah diperiksa,” ujar Eko dikonfirmasi Jatimnet.com.

Eko menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan karena seluruh fakta masih dalam tahap pendalaman. "Sementara masih kita minta keterangan dulu," imbuhnya.