Logo
Indonesia Walk for Peace 2026: Road to Candi Borobudur

Biksu Thudong Empat Negara Singgah di Mojokerto, Bawa Pesan Damai Menuju Waisak 2026

Reporter:,Editor:

Minggu, 17 May 2026 07:27 UTC

Biksu Thudong Empat Negara Singgah di Mojokerto, Bawa Pesan Damai Menuju Waisak 2026

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita saat menyambut para Biksu. Foto: Kominfo Kota Mojokerto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Biksu Thudong dari empat negara singgah di Balai Kota Mojokerto dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026, Minggu pagi, 17 Mei 2026. Kehadiran rombongan yang menempuh perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur itu menjadi perhatian warga sekaligus bagian penting dari persiapan perayaan Hari Raya Waisak 2026.

Sebanyak 57 biksu asal Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia berjalan kaki melintasi berbagai wilayah di Pulau Jawa sebelum mencapai tujuan akhir di Candi Borobudur.

Koordinator Walk for Peace 2026 Jawa Timur, Irwan, menjelaskan rombongan terdiri atas 43 biksu dari Thailand, empat dari Malaysia, tiga dari Laos, serta tujuh Bhikkhu Indonesia.

“Thailand sebanyak 43 orang, Malaysia empat orang, Laos tiga orang, ditambah tujuh Bhikkhu Indonesia sehingga total berjumlah 57 orang,” kata Irwan.

BACA: Tiba di Surabaya, Bhante “Walk for Peace” Rasakan Suasana Adem

Menurutnya, perjalanan para biksu di wilayah Jawa Timur melintasi 10 kabupaten/kota dan ditempuh selama sekitar 11 hari sebelum tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026.

Rombongan akan mengikuti rangkaian Hari Raya Waisak 2026, dengan puncak perayaan berlangsung pada 31 Mei mendatang.

Irwan menegaskan, perjalanan spiritual lintas negara tersebut tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga membawa pesan perdamaian, persatuan, dan keharmonisan antarbangsa.

“Keramahan masyarakat dan dukungan semua pihak sepanjang perjalanan menjadi potret keharmonisan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Perjalanan spiritual Biksu Thudong dari berbagai negara yang membawa pesan damai lintas negara, disambut hangat di kota berjuluk "Spirit Mojopahit". Foto: Kominfo Kota Mojokerto

Kedatangan rombongan Biksu Thudong di Kota Mojokerto disambut langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran Forkopimda.

Masyarakat Kota Mojokerto juga tampak antusias menyambut para biksu yang singgah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Borobudur.

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan bahwa kehadiran para Bhikkhu Thudong menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, perjalanan tersebut mencerminkan nilai kebinekaan Indonesia sebagai bangsa plural yang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.

BACA: Puncak Waisak, Umat Buddha Gelar Pradaksina Doakan Kedamaian Dunia 

“Ini sebagai wujud kebinekaan bahwa Indonesia adalah bangsa yang plural,” tutur Ning Ita.

Ia menambahkan, Kota Mojokerto selama ini dikenal sebagai daerah yang mampu merawat toleransi sosial, dibuktikan melalui berbagai penghargaan seperti predikat Kota Harmoni dan Kota Toleran.

“Kami sangat berbahagia dan bangga menyambut para Bhikkhu Thudong yang bermalam di Kota Mojokerto. Ini menjadi representasi bahwa masyarakat Kota Mojokerto menerima keberagaman dengan suka cita,” ungkapnya.

Ning Ita juga mendoakan agar seluruh rombongan diberikan kesehatan dan kelancaran hingga tiba di Candi Borobudur.

Singgahnya Biksu Thudong di Mojokerto pun menjadi simbol kuat bahwa semangat toleransi, pluralisme, dan persatuan tetap terjaga di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.