Rabu, 13 May 2026 07:30 UTC

Sejumlah petugas haji tengah mempersiapkan beberapa barang jamaah saat di Asrama Haji Surabaya, Rabu, 13 Mei 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-22 berlangsung lancar, tertib, dan sesuai jadwal. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan proses keberangkatan menuju Tanah Suci terus berjalan optimal dengan pengawasan ketat di setiap tahapan.
Berdasarkan laporan per 12 Mei 2026 pukul 21.00 WIB, sebanyak 30.344 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Jumlah tersebut mencapai sekitar 69 persen dari total target musim haji 1447 H/2026 M sebanyak 44.080 orang.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan pihaknya terus memantau seluruh proses operasional mulai dari kedatangan jemaah, pemeriksaan kesehatan, penyusunan manifest, hingga pemberangkatan.
“PPIH Embarkasi Surabaya terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh proses operasional, mulai dari kedatangan jemaah, pemeriksaan kesehatan, pengisian manifest, hingga proses keberangkatan menuju Arab Saudi,” ujar Mohammad As’adul Anam, Rabu, 13 Mei 2026.
BACA: Cak Sandi Bekali Jemaah Haji Mojokerto dengan Pesan Spiritual, Kesehatan dan Kebersamaan
Kinerja operasional embarkasi juga menunjukkan hasil positif dalam ketepatan waktu penerbangan. Sebanyak 77 kloter tercatat berangkat sesuai jadwal tanpa keterlambatan maupun percepatan.
Hingga kini, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan total 80 kloter yang terdiri atas 14.127 jemaah laki-laki dan 16.217 jemaah perempuan.
Jemaah tertua pada fase awal keberangkatan tahun ini tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang yang berusia 98 tahun.
Pada 13 Mei 2026, Embarkasi Surabaya dijadwalkan menerima tambahan 1.140 jemaah dan petugas dari tiga kloter yakni SUB 84, SUB 85, dan SUB 86 yang berasal dari Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.
PPIH menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keamanan, serta kenyamanan seluruh jemaah selama proses operasional berlangsung.
Di balik kelancaran operasional tersebut, PPIH juga menghadapi sejumlah dinamika berupa penundaan keberangkatan akibat faktor kesehatan, pendampingan, hingga perpindahan kloter. Tercatat 128 mutasi keluar terjadi selama fase awal pemberangkatan.
Selain itu, PPIH juga mencatat adanya jemaah wafat baik di embarkasi maupun di Tanah Suci. Kondisi ini menjadi perhatian serius petugas untuk terus memperkuat pengawasan kesehatan jemaah sebelum keberangkatan.
Informasi lengkap mengenai jemaah tertunda, mutasi keberangkatan, dan data jemaah wafat menjadi bagian penting dari evaluasi operasional haji tahun ini.
