Senin, 11 May 2026 10:31 UTC

Sejumlah siswa di Tembok Dukuh Surabaya harus mendapatkan perawatan intensif usai alami keracunan, Senin, 11 Mei 2026. Foto: Tangkapan layar Video Polsek Bubutan
JATIMNET.COM, Surabaya – Sekitar 200 siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP di 12 sekolah kawasan Surabaya diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin pagi, 11 Mei 2026.
Para siswa mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga sakit perut usai mengonsumsi makanan yang didistribusikan dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berada di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
Sebagian besar korban langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tembok Dukuh dan Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (RSIA IBI) Surabaya, sementara sejumlah siswa lain dirawat di sekolah masing-masing dengan pendampingan petugas kesehatan.
BACA: Setiap Bulan Ada Kasus Dugaan Keracunan MBG, Pakar Pangan Sebut Ada Masalah Serius
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan siswa terlihat berdatangan ke RSIA IBI Surabaya sekitar pukul 11.00 WIB dengan keluhan muntah dan nyeri perut.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani, menyebut total sementara korban yang terdampak mencapai sekitar 200 siswa.
"Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini mengeluh, banyak yang mengeluh. Hampir semuanya mengeluh," ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Tyas, mayoritas siswa mulai merasakan gejala setelah mengonsumsi menu MBG yang pada hari itu menyajikan daging, menu yang disebut berbeda dari biasanya.
"Kalau dari pantauan kami dan dari laporan dari guru-guru itu, biasanya gak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin, ini masih mungkin ya, mungkin dari dagingnya, karena selama ini enggak pernah dikasih daging," katanya.
BACA: Penyebab Keracunan MBG di Mojokerto Mengarah ke Telur Ayam Rebus
Petugas kesehatan langsung bergerak cepat dengan mendatangi sejumlah sekolah guna memberikan penanganan awal kepada siswa yang mengalami gejala ringan.
"Kemudian ada yang kami datangi di sekolah dari pihak Puskesmas. Kita turun ke sekolah, karena gejalanya masih ringan ya, masih memungkinkan kita tangani, kita obati di tempat. Ada beberapa sekolah, kemudian juga ada yang datang ke Puskesmas. Dan alhamdulillah semuanya gejalanya masih ringan," kata dia.
Hingga kini, pihak kesehatan belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Sampel makanan telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya bersama Dinas Kesehatan.
"Masih belum tahu ya, masih kita cek ulang ya. Sampel sudah kami ambil di lokasi, kemudian masih akan kami cek di BBLK ya, bersama Dinas Kesehatan," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh distribusi makanan dari dapur SPPG terkait dihentikan sementara dan menu yang tersisa ditarik untuk mencegah korban tambahan.
BACA: Keracunan yang Diduga Akibat Menu MBG Kembali Terjadi di Tuban
Tyas menambahkan pihak penyedia MBG melalui SPPG juga menyatakan siap menanggung seluruh biaya pengobatan siswa terdampak.
"Kemudian MBG pihak SPPG juga berkomitmen untuk membiayai seluruh pengobatan dari siswa," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Bubutan, Kompol Sandi Putra, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Saat ini masih kami selidiki dan masih kami cek," tuturnya.
