Hi-Tech Mall Kembali akan Dikelola Swasta

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 27 Februari 2019 - 19:29

JATIMNET.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa pemkot tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan terkait permintaan pedagang di Hi Tech Mall.

Menurut wali kota wanita pertama di Surabaya itu permasalah penolakan pengosongan gedung adalah kewenangan PT Sasana Boga, selaku kontraktor, dengan pihak penyewa (pedagang).

“Sebetulnya tidak ada hubungan antara kami dengan pedagang. Mereka (pedagang) itu kan hubungannya dengan penyewa langsung. Kalau aku (pemkot) ada hubungan dengan pedagang, kan salah,” kata Risma di kediaman wali kota, Rabu 27 Februari 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Risma menjelaskan kontrak kerja sama antara Pemkot Surabaya dengan PT Sasana Boga akan berakhir pada 1 April. Namun PT Sasana Boga diharapkan mengosongkan gedung dari para penyewa setelah kontrak kerja sama habis.

BACA JUGA: Pemkot Janji Tetap Pertahankan Pengusaha Hi Tech Mall Surabaya

"Kontrak kami (pemkot dan Sasana Boga) habis per 1 April. Selanjutnya juga tidak ada kontrak kerjasama antara kami dengan pihak kedua,” ungkap Risma.

Risma menegaskan pengosongan tersebut untuk menata ulang dan merevitalisasi gedung agar terlihat lebih indah. "Gedungnya kok ngisin-ngisini . Atek ngomong gedunge pemkot pisan (Gedung kok memalukan. Bawa-bawa gedung milik pemkot pula),” lanjut Risma.

Dalam penjelasan tersebut, Risma akan mengubah gedung tersebut sebagai gedung kesenian. Di antaranya untuk melestarikan ragam seni khas Jawa Timuran seperti ludruk, ketoprak, wayang, dan jenis kesenian daerah lainnya. Kegiatan ini, menurut Risma, akan ditempatkan di sisi depan gedung Hi-Tech Mall.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Akan Bangun Museum Religi Di Kawasan Ampel

Sebelumnya pedagang menolak melakukan pengosongan pasca kontrak kerja sama antara pemkot dengan Sasana Boga berakhir. Pedagang ngotot ingin berjualan di kawasan tersebut dengan menggelar tiga kali unjuk rasa dalam sebulan terakhir.

Meski partnership dengan PT Sasana Boga berakhir, Risma tidak menampik akan ada pihak swasta lain yang akan dirangkul. Pihak swasta inilah nantinya yang akan merevitalisasi gedung tersebut. Hanya saja pemkot belum mau buka suara soal pihak swasta yang akan menyewa.

Kontrak kerja sama antara Pemkot Surabaya dengan PT Sasana Boga telah terjalin sejak tahun 31 Maret 1989. Berdasarkan data Jatimnet.com, saat ini terdapat 350 kios dengan 353 pedagang.

Baca Juga

loading...