Hentikan Penyebaran Antraks, Ratusan Sapi di Gunung Kidul Disuntik Antibiotik

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 11 Juni 2019 - 09:22

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak 347 ekor sapi, 832 kambing, dan sembilan ekor domba di Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul, mendapat suntikan antibiotik dari Dinas Pertanian dan Pangan setempat, untuk mencegah penyebaran antraks terhadap hewan ternak.

Pemberian antibiotik mengikuti ditemukannya kasus antraks di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Beberapa waktu lalu, dua ekor sapi di desa itu positif mati akibat antraks.

"Selanjutnya pencegahan penyebaran antraks, hewan ternak ini akan diberikan vaksinasi. Namun demikian, sebelum vaksinasi diberikan sosialisasi," kata Kepala Seksi Kesehatan Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Retno Widiastuti di Gunung Kidul, Selasa 11 Juni 2019.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan suntikan antibiotik hewan ternak di radius satu kilometer dari Dusun Grogol IV.

BACA JUGA: Stok Daging Sapi di Jatim Aman dan Harga Stabil

Selain itu, di titik-titik suspect juga sudah dilakukan penyemprotan dan penyiraman cairan formalin 10 persen, untuk membunuh bakteri spora antraks.

"Sampai sejauh ini baru dua sapi yang positif antraks, dari lima sapi yang sebelumnya diidentifikasi," katanya.

Menurut dia, sosialisasi berkaitan dengan vaksin antraks dapat memberikan efek samping terhadap kesehatan hewan ternak.

"Perlu disosialisasikan karena apabila hewan yang divaksin dalam kondisi tidak sehat bisa sakit hingga mati. Jadi, sebelum vaksin dilakukan, kami memberikan sosialisasi terkait dengan pemberian anti bodi ini ke masyarakat," katanya.

BACA JUGA: Terlanjur Terbiasa, Masyarakat Banyuwangi Enggan Potong Hewan di RPH

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, spora antraks saat ini masih di sekitar Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Ia mengatakan, pihaknya telah ambil sampel di titik sumber penyakit, dan juga lakukan di daerah lain seperti Pasar Hewan Siyono, wilayah Kecamatan Nglipar, Semanu dan Ponjong.

"Dari uji sampel itu, semua negatif sehingga dipastikan penyebaran antraks belum sampai ke kecamatan yang lain. Artinya, antraks masih lokal di Grogol IV, semoga tidak meluas," katanya. (ant)

Baca Juga

loading...