Logo

Konsumsi Kafein Berlebihan, Ini Dampaknya bagi Remaja

Reporter:,Editor:

Selasa, 11 August 2026 03:00 UTC

Konsumsi Kafein Berlebihan, Ini Dampaknya bagi Remaja

Mahasiswa FK Unusa memberikan edukasi terkait bahaya konsumsi kafein berlebih, Selasa, 11 Agustus 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Konsumsi kafein secara berlebihan pada remaja dapat mengganggu kualitas tidur hingga berdampak pada konsentrasi, kesehatan fisik, dan kondisi mental.

Kafein yang banyak ditemukan dalam kopi, teh, minuman energi, dan berbagai produk minuman lainnya kerap dikonsumsi remaja untuk menjaga stamina atau mengatasi rasa kantuk. Namun, konsumsi yang tidak terkontrol justru dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.

Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat  Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa), dr Tri Wahyuni mengatakan, konsumsi kafein pada remaja perlu mendapat perhatian karena selama ini kerap dianggap sebagai hal yang biasa.

“Konsumsi kafenin secara berlebihan dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, bahkan kesehatan fisik dan mental remaja,” ujarnya saat memberikan edukasi kesehatan kepada santri Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan, Selasa, 11 Agustus 2026.

Salah satu dampak konsumsi kafein berlebihan yang perlu diwaspadai adalah gangguan tidur. Efek stimulan kafein dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau mendekati waktu tidur.

Gangguan tidur kemudian dapat berpengaruh terhadap aktivitas remaja. Waktu istirahat yang tidak cukup dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan mengurangi kemampuan berkonsentrasi saat belajar maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagi remaja yang memiliki aktivitas padat, kebiasaan mengandalkan minuman berkafein untuk menjaga stamina juga perlu diperhatikan. Kafein tidak seharusnya menjadi pengganti kebutuhan tidur dan pola hidup sehat.

Tri mengatakan, kebiasaan yang terbentuk sejak remaja dapat terbawa hingga dewasa. Karena itu, pemahaman mengenai konsumsi kafein secara bijak perlu dibangun sejak usia muda.

“Kami berharap para santri dapat lebih bijak dalam mengonsumsi kafein dan mulai menerapkan pola hidup sehat sebagai investasi kesehatan di masa depan,” katanya.

Materi mengenai dampak kafein tersebut diberikan kepada para santri Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil.

Dalam kegiatan itu, sejumlah santri mengungkapkan kebiasaan mengonsumsi kopi, teh, maupun minuman berkafein lainnya untuk menjaga stamina di tengah aktivitas belajar dan ibadah yang cukup padat.

Perwakilan Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil, Gus Wildan, mengatakan edukasi mengenai kafein relevan dengan keseharian para santri.

“Kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada para santri mengenai dampak konsumsi kafein yang selama ini belum banyak dipahami,” ujarnya.

Menurutnya, aktivitas santri yang cukup padat membuat pengetahuan mengenai pola hidup sehat menjadi penting.

Para santri perlu memahami cara menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar tanpa harus bergantung pada minuman berkafein.

“Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan kerja sama dengan FK UNUSA dapat terus berlanjut melalui berbagai program kesehatan lainnya,” katanya.