Logo

Unusa Ajak Santri Menerapkan Pola Hidup Sehat

Reporter:,Editor:

Rabu, 15 July 2026 02:30 UTC

Unusa Ajak Santri Menerapkan Pola Hidup Sehat

Dr. Wiwik Winarningsih, dr., M.Kes., FISQua, dosen Fakultas Kedokteran Unusa saat memberikan edukasi kesehatan kepada santri Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo Rabu, 15 Juli 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Sidoarjo - Remaja menjadi salah satu kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan.

Mulai dari anemia, obesitas akibat kurangnya aktivitas fisik, gizi tidak seimbang, hipertensi, hingga gangguan kesehatan mental yang kerap tidak terdeteksi sejak dini.

Risiko tersebut juga mengintai remaja yang menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Karena itu, edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai penting agar mereka mampu menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini.

"Remaja di lingkungan pesantren perlu mendapatkan edukasi dan layanan kesehatan secara berkala agar mampu menerapkan pola hidup sehat serta memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan diri maupun lingkungan," kata dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Dr. Wiwik Winarningsih, dr., M.Kes., FISQua, Rabu, 15 Juli 2026.

Sebagai upaya deteksi dini, Fakultas Kedokteran Unusa menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi 50 santri dan santriwati Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo.

Wiwik yang juga menjadi ketua pelaksana kegiatan mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui lebih awal berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi dialami remaja. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Tidak hanya menjalani pemeriksaan kesehatan dasar, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai manajemen kesehatan di lingkungan pesantren.

Materi yang diberikan meliputi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya deteksi dini penyakit, serta peran seluruh warga pesantren dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

"Ini menjadi langkah awal agar para santri mengenali kondisi kesehatannya sendiri sehingga dapat melakukan pencegahan sedini mungkin," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Unusa berharap budaya hidup sehat semakin tumbuh di lingkungan pesantren sehingga para santri dapat menjalani proses belajar dengan kondisi fisik dan mental yang lebih prima.