Jumat, 19 June 2026 14:38 UTC

Suasana anak kecil bermain di sela talksho yang digelar Frisian flag bertema tentang tumbuh kembang anak di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya, Jumat, 19 Juni 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Pemenuhan gizi yang baik perlu diimbangi dengan aktivitas fisik dan stimulasi yang tepat agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi bertajuk “Temani Langkahmu, Kini dan Nanti” yang digelar Frisian Flag Indonesia di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya, Jumat, 19 Juni 2026.
Dokter Spesialis Anak, dr. Atika Nurmalitasari, menegaskan bahwa nutrisi yang cukup, termasuk dari susu, tidak akan memberikan manfaat maksimal jika anak menjalani gaya hidup pasif atau minim aktivitas fisik.
"Selain susu untuk pemenuhan nutrisi, aktivitas fisik dan stimulasi yang baik untuk tumbuh kembang anak juga harus optimal. Karena kalau cuma makan saja, tapi kehidupannya sedentary, hanya duduk atau rebahan sepanjang hari, perkembangannya jadi tidak maksimal," kata Atika.
Menurutnya, kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak pada perkembangan motorik, pertumbuhan tinggi badan, hingga meningkatkan risiko obesitas pada anak.
"Tinggi badan tidak maksimal, berat badan bisa berlebih sehingga menjadi obesitas. Itu juga tidak baik. Jadi aktivitas fisik penting banget," ujarnya.
Atika menilai peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Orang tua perlu menjadi teladan dalam menerapkan pola makan sehat, membiasakan aktivitas fisik, serta membatasi penggunaan gawai pada anak.
"Peran orang tua yang paling penting adalah mencontohkan bagaimana habit yang baik. Makan yang baik, aktivitas fisik yang baik, kemudian memberikan aktivitas fisik yang sesuai. Jadi jangan cuma dikasih handphone saja," tuturnya.
Ia juga mendorong orang tua memberikan stimulasi sesuai usia anak, seperti mengajak bermain di luar rumah, berinteraksi dengan teman sebaya, dan melakukan berbagai aktivitas fisik yang mendukung perkembangan motorik.
Selain itu, Atika mengingatkan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menjadi fase paling krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
"Golden age itu dari masa kandungan sampai usia dua tahun. Jadi 1.000 hari pertama kehidupan. Itu adalah fase paling kritis untuk perkembangan otak anak. Setelah itu anak tetap berkembang, tetapi tidak sepesat dua tahun pertama kehidupannya," katanya.
Kegiatan edukasi tersebut juga mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang menggabungkan pembelajaran, kreativitas, dan aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Sementara itu, Marketing Director Frisian Flag Indonesia, Intan Ayu Kartika, mengatakan kampanye Temani Langkahmu, Kini dan Nanti lahir dari kesadaran bahwa setiap keluarga Indonesia menghadapi tantangan yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, banyak keluarga yang terkadang merasa kehilangan semangat atau kepercayaan diri dalam menjalani berbagai peran dan tanggung jawab.
"Kami menyadari bahwa di kehidupan sekarang ini banyak sekali tantangan. Banyak keluarga Indonesia yang tantangannya berbeda-beda. Kadang-kadang ada yang merasa tidak bisa, ada yang merasa tidak percaya diri, bahkan ada yang semangatnya mulai hilang," ujar Intan.
Ia mengatakan Frisian Flag ingin menumbuhkan kembali semangat keluarga Indonesia melalui dukungan nutrisi yang berkualitas dan edukasi mengenai pola hidup sehat.
"Yang dibutuhkan keluarga Indonesia sebenarnya adalah tumbuhnya semangat yang sudah ada dalam diri kita untuk terus melangkah hari ini dan juga esok," pungkasnya.
