Logo

Menjaga Kesehatan Tak Sekadar Kebutuhan Fisik, Tetapi juga Bagian dari Ibadah

Reporter:,Editor:

Senin, 27 July 2026 07:00 UTC

Menjaga Kesehatan Tak Sekadar Kebutuhan Fisik, Tetapi juga Bagian dari Ibadah

Sejumlah mahasiswa dan Dosen Unusa memeriksa kesehatan warga Medokan Ayu, Kecamatan Rungkug, Surabaya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Senin, 27 Juli 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah.

Pendekatan tersebut dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara lebih konsisten.

Pandangan itu disampaikan Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), M. Afwan Romdloni saat memberikan edukasi kesehatan kepada 70 warga Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Afwan, konsep hidup sehat dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai upaya menghindari penyakit. Namun, juga sebagai bentuk tanggung jawab seorang muslim dalam menjaga amanah berupa tubuh yang diberikan Allah SWT.

"Melalui Gerakan Sehat Islami ini, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah," katanya.

Ia menjelaskan, penerapan pola hidup sehat merupakan implementasi nilai hifz al-nafs atau menjaga jiwa yang menjadi salah satu tujuan utama dalam maqashid syariah.

Karena itu, edukasi kesehatan yang dikaitkan dengan nilai keagamaan diharapkan lebih mudah diterima dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut tim dosen dan mahasiswa D-IV Analis Kesehatan UNUSA menyampaikan edukasi tentang konsumsi makanan bergizi seimbang, pembatasan gula, garam, dan lemak.

Selain itu, tentang pentingnya aktivitas fisik, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta perlunya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Tidak hanya penyuluhan, peserta juga menjalani pemeriksaan kadar glukosa darah dan kolesterol. Upaya ini sebagai langkah deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus dan hiperkolesterolemia.

Afwan mengatakan deteksi dini penting agar masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.

"Ketika masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari ibadah, kami berharap kebiasaan hidup sehat akan lebih mudah diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, warga tidak hanya mengikuti pemeriksaan kesehatan, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai pola makan, aktivitas fisik, hingga hasil skrining yang mereka peroleh.

Menurut Afwan, antusiasme tersebut menunjukkan masyarakat semakin menyadari pentingnya upaya pencegahan penyakit.

Penyakit tidak menular, seperti diabetes dan kolesterol tinggi, masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang dapat ditekan melalui perubahan gaya hidup.

Karena itu, edukasi yang memadukan aspek medis dan nilai keagamaan dinilai menjadi salah satu pendekatan untuk menumbuhkan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.