Logo

Dinkes Madiun Waspadai Lonjakan ISPA Saat Kemarau

Reporter:

Rabu, 03 June 2026 07:00 UTC

Dinkes Madiun Waspadai Lonjakan ISPA Saat Kemarau

Ilustrasi udara panas mulai terasa. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM, Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan penyakit saluran pernapasan seiring masuknya musim kemarau.

Data tiga bulan terakhir menunjukkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita masih cukup tinggi.

Berdasarkan catatan Dinkes Kabupaten Madiun, kasus ISPA pada balita mencapai 800 kasus pada Maret 2026. Angka tersebut meningkat menjadi 897 kasus pada April, sebelum turun menjadi 271 kasus pada Mei 2026.

Selain ISPA, kasus Pneumonia pada balita juga masih ditemukan. Pada Maret tercatat 119 kasus, April 101 kasus, dan Mei sebanyak 21 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujiyanto mengatakan meski terdapat penurunan kasus pada Mei, masyarakat tetap perlu waspada.

Kondisi cuaca panas dengan suhu mencapai 34 derajat Celsius dan lingkungan berdebu dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan.

“Kami sudah mengantisipasi penyakit-penyakit yang berpotensi muncul akibat musim kemarau. Surat edaran telah kami kirimkan kepada seluruh puskesmas untuk mewaspadai Influenza, ISPA, Pneumonia, diare, bahkan DBD apabila sewaktu-waktu terjadi hujan,” ujar Agung, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, Dinkes telah meminta seluruh puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari memastikan ketersediaan obat-obatan, kesiapan ruang perawatan, hingga memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Pemantauan kasus juga diperketat melalui petugas kesehatan di puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan polindes. Jika ditemukan peningkatan kasus secara signifikan, petugas akan melakukan investigasi sekaligus memberikan edukasi pencegahan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak minum air putih. Jika mengalami gejala penyakit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Dinkes Kabupaten Madiun menilai musim kemarau menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan akibat paparan debu dan perubahan kondisi lingkungan.

Masyarakat diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat agar kasus penyakit tidak kembali meningkat.