Hari Buruh, Pemkab Sidoarjo Gelar May Day Expo

Hari Istiawan

Sabtu, 27 April 2019 - 21:30

JATIMNET.COM, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menggelar acara "May Day Expo" untuk memfasilitasi para buruh menjual produknya. Acara ini digelar juga bertujuan agar buruh di Sidoarjo tidak menggelar demonstrasi saat peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2019.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, awalnya pihaknya meminta kepada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membuat terobosan. Kemudian Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo mengusulkan pelaksanaan Hari Buruh dengan menggelar 'May Day Expo'.

“Dengan harapan buruh tak lagi demo, tetapi mencoba supaya buruh berpikir untuk menjadi wirausaha dengan menjual produk-produk mereka," katanya, Sabtu 27 April 2019.

BACA JUGA: Bertemu Pimpinan Serikat Pekerja, Jokowi Berpesan May Day Kondusif

Ia mengatakan peringatan Hari Buruh akan dikemas secara berbeda daripada biasanya. Jika biasanya para buruh turun jalan, diharapkan sekarang tidak lagi. “Kami sudah sediakan 'May Day Expo' untuk buruh di Sidoarjo," katanya.

Dia mengatakan, Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo memiliki inovasi dengan mengajak para buruh untuk menyukseskan program "May Day" pada 2019 dan ke depannya bisa membangun kemitraan antara pemerintah, serikat buruh, maupun pengusaha yang ada di Sidoarjo.

Kegiatan itu, kata Saiful Ilah, untuk menyadarkan para buruh dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensinya di sektor usaha.

BACA JUGA: Serikat Buruh Sokong Jokow-Ma'ruf Amin dari Akar Rumput

"Apalagi, saat ini sudah memasuki era digital. Merupakan suatu tantangan bagi serikat pekerja agar bisa bekerja sama dalam memerankan fungsinya masing-masing," katanya

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur Ahmad Fauzi menyambut baik atas kegiatan yang dilakukan Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan itu, katanya, untuk mengajak para pekerja atau buruh untuk lebih kreatif dan inovatif.

BACA JUGA: SPSI Jatim Desak Pemerintah Revisi PP 78

"Saya sangat senang karena Kabupaten Sidoarjo tampil beda daripada kabupaten yang lain. Para buruh tidak hanya pintar dalam berorasi, pintar dalam menyusun administrasi, maupun 'longmarch'. Melainkan mampu bersaing dan berkreativitas," katanya.

Kegiatan yang baru digagas itu, menurut dia, akan membawa dampak yang baik bagi harmonisasi pekerja, pengusaha, dan pemerintah. "Semoga tahun depan kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan," katanya.(ant)

Baca Juga

loading...